147 Siswa dan 25 Guru SMAN 6 Bandarlampung Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Way Lunik Dihentikan Sementara
Teraslampung.com, Bandarlampung -- Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemakanan Gizi (SPPG) Way Lunik menyusul kasus dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) gangguan yang dialamimi 147 siswa dan 25 guru SMAN 6 Bandarlampung, Rabu lalu (23/4/2026) /.
Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bandarlampung, Fitra Alfarisi, mengatakan langkah lanjutan masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Kami tunggu hasil lab dari Dinkes dan BPOM. Sambil menunggu itu, operasional kita suspend,” kata Fitra, Sabtu, 25 April 2026.
Menurut dia, penghentian operasional dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai respons atas dugaan sumber masalah dari dapur pengolahan makanan MBG di Way Lunik.
Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar penentuan langkah berikutnya, termasuk nasib operasional SPPG tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandar Lampung kembali menuai sorotan. Belum sepekan setelah temuan hidangan basi di Kelurahan Garuntang, insiden serupa terjadi di SMAN 6 Bandar Lampung dengan jumlah korban lebih besar.
Sebanyak 147 siswa dan 25 guru dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makan siang gratis pada Rabu, 22 April 2026. Keluhan yang muncul didominasi diare dan sakit perut, sehingga aktivitas belajar di sekolah tersebut sempat terganggu.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMAN 6 Bandar Lampung, Herman, membenarkan jumlah warga sekolah yang terdampak mencapai 172 orang. Ia juga meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
“Kami luruskan datanya. Total ada 147 siswa dan 25 guru yang mengeluhkan sakit setelah makan siang. Bukan 189 orang seperti isu yang ramai beredar,” kata Herman, Jumat, 24 April 2026.
Menurut dia, gejala yang dialami para siswa dan guru masih tergolong ringan hingga sedang. “Keluhan utama diare dan sakit perut. Tidak ada laporan muntah hebat atau pingsan,” ujarnya.

