Tata Distribusi Pupuk Bersubsidi, Pemprov Gandeng Bank Lampung dan BRI

Sekdaprov Lampung Arinal Djunaidi BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com – Pemerintah Provinsi Lampung akan bekerjasama dengan Bank Lampung dan BRI untuk menata distribusi pupuk bersubsidi. Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Arinal...

Tata Distribusi Pupuk Bersubsidi, Pemprov Gandeng Bank Lampung dan BRI
Sekdaprov Lampung Arinal Djunaidi

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com – Pemerintah Provinsi Lampung akan bekerjasama dengan Bank Lampung dan BRI untuk menata distribusi pupuk bersubsidi. Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Arinal Djunaidi, kerja sama tersehut merupakan tindak lanjut dari upaya mencapai target hasil produksi 4,4 juta ton gabah kering giling (GKG) pada 2015.

“Di samping melakukan ekstensifikasi, yang lebih penting juga kita harus melakukan intensifikasi, tentunya ada faktor – faktor produksi yang harus diperhatikan termasuk di dalamnya soal penataan pupuk,” kata Arinal,  di kantor Cabang Utama PT Bank Lampung Rabu, (4/3).

Menurut Arinal, langkah itu ditempuh untuk memenuhi target peningkatkan produksi gabah kering giling sebanyak 1 ton seperti halnya ditargetkan oleh Presiden Jokowi kepada Provinsi Lampung. Sebelumnya, rata-rata produksi gabah Lampung per tahun adalah 3,4 juta ton.

Arinal mengatakan,  pupuk di Lampung  secara teori ada, tetapi pada kenyataan di lapangan tidak ada. “Oleh karena itu, Pemprov melakukan langkah – langkah untuk meningkatkan produksi padi  dan dapat meningkatkan  pendapatan petani. Nantinya kita juga bisa memberikan kontribusi kepada provinsi lain karena kita adalah Provinsi penghasil beras nomor tujuh untuk tingkat nasional,” katanya.

Menurut Arinal, pihak bank dilibatkan dalam distribusi pupuk bersubsidi karenapupuk itu harus dibayar dan petani juga harus dibayar. “Jadi nantinya kita minta kepada bank Lampung dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) bersatu padu untuk menyiapkan dana yang dibutuhkan petani. Nah, dari situ, untuk pendistribusian pupuk juga akan melibatkan perbankan, karena manajemen perbankan sudah lebih bagus dan tidak akan mungkin mereka rugi,” katanya.

Dengan adanya kerja sama tersebut, kata Arinal. ketika petani butuh pupuk tapi tak punya uang, maka para petani  bisa meminjam ke bank.

Ariftama