Stok Beras di Lampung akan Aman Hingga Beberapa Tahun ke Depan
Dirjen Ketahanan Pangan Hasil Sembiring saat meninjau gudang Bulog Sub Divisi Regional Lampung Tengah di Kota Metro,, Jumat (15/5). Foto: Teraslampung.com/Edi METRO, Teraslampung.com–Dirjen Ketahana Pangan Hasil Sembiring mengatakan, s...
| Dirjen Ketahanan Pangan Hasil Sembiring saat meninjau gudang Bulog Sub Divisi Regional Lampung Tengah di Kota Metro,, Jumat (15/5). Foto: Teraslampung.com/Edi |
METRO, Teraslampung.com–Dirjen Ketahana Pangan Hasil Sembiring mengatakan, stok beras di Lampung aman hingga beberpa tahun ke depan. Keyakinan tersebut diungkapkan Sembiring saat menyaksikan besarnya potensi produksi padi di sejumlah lumbung padi di Lampung, seperti Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Tanggamus.
“Lampung akan aman hingga beberapa tahun ke depan. Saat ini target nasional berkisar 2,7 juta ton dengan produksi per bulan 800-an ribu ton. Melihat stok yang ada, bukan hanya Lampung yang aman, tetapi juga secara nasional,” kata Dirjen Ketahaanan Pangan Hasil Sembiring, saat melakukan peninjauan gudang beras Bulog Sub Divre Lampung Tengah, di Kota Metro, Jumat (15/5).
Di Lampung Tengah, tiap hari Bulog menerima pasokan 600 ton per hari, sedangkan se-Provinsi Lampung, Bulog Lampung menerima 1.500 ton per hari. Artinya, Lampung dan Metro merupakan daerah pemasok beras terbesar di Lampung.
Saat ini yang menjadi kendala petani di Lampung untuk meningkatkan produktivitas beras adalah soal pupuk. Meskipun Pemprov dan Korem Garuda Hitam sudah menjamin distribusi pupuk akan lancar karena ada pengawalan oleh tentara, tetapi petani di Lampung Tengah masih mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi.
“Kami masih susah mendapatkan pupuk,” kata Sugiyo, petani di Desa Trimurjo, Lampung Tengah.
Pada 2014 lalu, produksi gabah kering giling di Trimurjo sekitar 6,5 ton per hektare. Menurut Sugiyo, pada tahun ini produktivitas lahan pertanian naik menjad 7,2 ton per hektare.
Edi





