Sejak Berdiri, Pabrik Es Milik Pemkab Tulangbawang Senilai Rp 1,5 Miliar tak Pernah Beroperasi
Pabrik es di Rawajitu Timur, Tulangbawang, yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar ini belum pernah beroperasi. Para petambak sudah memiliki pabrik es sendiri yang mereka bangun dengan dana patungan. (Teraslampung.com/Ist) RAWAJI...
| Pabrik es di Rawajitu Timur, Tulangbawang, yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar ini belum pernah beroperasi. Para petambak sudah memiliki pabrik es sendiri yang mereka bangun dengan dana patungan. (Teraslampung.com/Ist) |
RAWAJITU, Teraslampung.com — Warga dan para petambak udang di Rawajitu Timur, Kabupaten Tulangbawang mempertanyakan eksistensi pabrik es yang dibangun pada 2012 lalu. Pabrik es yang dibangun dengan dana sebesar Rp 1,5 miliar itu sampai sekarang tidak beroperasi.
“Sejak berdiri bangunan kosong (pabrik es) itu belum pernah di gunakan, sebagian masyarakat pun banyak yang tidak tau kalau itu ternyata pabrik es,” kata Ari Suharso, salah seorang petambak, Selaasa (24/2).
Ari mengaku mendengar kabar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tulangbawang akan mengoperasikan pabrik es tersebut. Namun, kata Ari, para petambak meragukan pabrik tersebut bisa beroperasi dengan baik.
“Ya, bagaimana mau beroperasi kalau isi pabrik itu kosong. Pabrik es yang dibangun pada tahun 2012 tersebut belum pernah beroperasi sekalipun.Pabrik es itu hanya ebuah bangunan kosong. Ukurannya 100 meter persegi. Beberapa bagian bangunannya sudah rusak,” kata Ari.
Menurut Ari, bagi para petambak Dipasena, pengoperasian pabrik es tersebut tidak begitu penting lagi. Sebab, sejak para petambak melakukan usaha tambak mandiri, mereka sudah membangun pabrik es sendiri yang biayanya jauh lebih rendah dibandingkan pabrik es milik Pemkab Tulangbawang.
“Kalau Pemkab ingin memajukan produksi perikanan di Bumi Dipasena, perbaikan jalan poros Rawajitu lebih penting. Sebab, selama ini jalan tersebut rusak parah sehingga mengganggu pengiriman hasiil produksi tambak udang,” kata dia.





