Polda Lampung akan Usut Kasus Pembakaran Karangan Bunga di depan Rumdis Wakil Bupati Lampura

Feaby/Teraslampung.com Karangan bunga di depan Rumah dinas Wakil Bupati Sri Widodo yang sengaja dibakar oleh orang yang tidak dokenal , Rabu malam  (25/2) sekitar pukul 20:25 WIB. Kotabumi–Kepolisian Daerah (Polda) Lampung me...

Polda Lampung akan Usut Kasus Pembakaran Karangan Bunga di depan Rumdis Wakil Bupati Lampura

Feaby/Teraslampung.com

Karangan bunga di depan Rumah dinas Wakil Bupati Sri Widodo yang sengaja dibakar oleh orang yang tidak dokenal , Rabu malam  (25/2) sekitar pukul 20:25 WIB.

Kotabumi–Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menyatakan siap menyelidiki insiden pembakaran karangan bunga di depan rumah dinas Wakil Bupati Lampung Utara (Lampura) Sri Widodo, Rabu (25/2) malam. Untuk melakukan pengusutan, Polda masih akan menunggu laporan dari korban (Wabup Sri Widodo).

Kami menunggu laporan. Ada laporannya enggak,” tandas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Lampung, AKBP. Sulistyaningsih, melalui sambungan telepon, Kamis (26/2).

Menurut Sulis, jika tidak ada laporan terkait insiden teror melalui pembakaran karangan bunga tersebut, pihaknya tak akan mengambil langkah apa pun. “Kalau enggak ada laporan, ya kami enggak akan membesar – besarkan masalah. Saya rasa itu saja. Tak usah terlalu berlebihan (dan) berpikir yang positif,”  katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sri Widodo ketika dikonfirmasi enggan berkomentar terkait aksi teror yang diduga sengaja ditujukan kepadanya. Sri Widodo memilih ‘ngeloyor’ pergi ketimbang meladeni pertanyaan wartawan. Bahkan, sebelumnya ketika kalangan media berusaha mendekati Wabup Sri Widodo yang tengah turun menuju parkiran mobil, sejumlah ajudannya terkesan ‘menghalang – halangi para awak media.

Rumah dinas Wakil Bupati Sri Widodo mendapat teror dari OTK, Rabu (25/2 sekitar pukul 20:25 WIB. Pelaku teror membakar membakar sebuah karangan bunga yang berada tepat di depan rumah dinas (Rumdis) Wakil Bupati Sri Widodo di jalan Jenderal Sudirman.

AI, salah seorang anggota Polisi Pamong Praja yang bertugas menjaga rumdis Wabup menceritakan, pelaku teror mengendarai mobil Daihatsu Xenia warna hitam dari arah kantor Pemerintah Kabupaten Lampura. Mobil pelaku mendadak turun tepat di depan karangan bunga yang berukuran sekitar 2 x 3 meter tersebut. Tanpa ba-bi-bu, salah seorang pelaku yang turun terlihat membuang sesuatu ke arah karangan bunga dan tiba – tiba api terlihat kobaran api.