Pilkada 2015, Watoni Noerdin Siap Maju di Pesawaran
Watoni Noerdin (Foto: Teraslampung.com/Ariftama) BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Mantan Direktur Operasional LBH Banarlampung yang kini menjadi legislator DPRD Lampung dari PDIP, Watoni Noerdin, menyatakan kesiapannya mencalonkan dir...
| Watoni Noerdin (Foto: Teraslampung.com/Ariftama) |
BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Mantan Direktur Operasional LBH Banarlampung yang kini menjadi legislator DPRD Lampung dari PDIP, Watoni Noerdin, menyatakan kesiapannya mencalonkan diri pada ajang pemilihan Bupari-Wakil Bupati Pesawaran, Desember 2015 mendatang.
“Saya siap maju dalam pilkada Pesawaran dan siap memajukan Pesawaran. Kalau saya terpilih, ada beberapa yang akan dibenahi agar pendapatan asli daerah (PAD) naik dan Pesawaran makin maju,” kata Toni, sapaan akrab Watoni, kepada Teraslampung.com di Ruang Fraksi PDIP DPRD Lampung, Selasa (17/3).
Menurut Watoni, ada beberapa hal yang harus dibenahi di Pesawaran. Jika lolos seleksi dan memenangkan Pilbub, Watoni mengaku akan melakukan pembenahan di beberapa bidang penting. Antara lain, birokrasi, infrastruktur, penggalian sumber daya alam untuk meningkatkan PAD, dan mengembangkan pariwisata.
“Pembenahan birokrasi sangat penting, karena Pesawaran butuh percepatan pelayanan. Saya melihat,selama ini ada dualisme perbatasan antara Pesawaran dengan Kota Bandarlampung. Soal ini harus diselesaikan lebih dulu. Sebab, faktanya, dualisme itu menyebabkan warga Pesawaran lebih suka jika membayar pajak ke Bandarlampung, padahal mereka penduduk Pesawaran. Kenapa bisa begitu? Sebab, proses pembayaran pajak di Pesawaran sangat lambat dan payah,” kata mantan anggota Tim 13, sebuah tim penyelesaian kasus pertanahan yang dibentuk Pemprov Lampung, itu.
Di bidang infrastruktur jalan,kata Watoni, harus ada pembenahan menyeluruh. Sebab, kata dia, banyak sekali ruas jalan di Pesawaran yang rusak parah.
Tentang penggalian SDA untuk meningkatkan PAD, Watoni mengaku harus tertata dengan baik serta tidak merusak lingkungan. Sementara untuk meningkatkan pendapatan daerah dari sektor wisata, juga perlu ada pembenahan mendasar.
“Pesawaran memiliki wisata pesisir dan pegunungan yang menarik.Itu bisa dikembangkan. Misalnya perlu ada MoU antara Balai Taman Nasional dengan Pemkab Pesawaran agar Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdurrahman bisa dibangun taman safari. Itu belum termasuk penataan pesisir, dari Pantai Mutun hingga Pulau Pahawang,” kata dia.
Menurut Toni, jika kawasan pesisir Pesawaran dan Tahura Wan Abdurrahman dikelola dengan baik, maka akan menjadi sumber pemasukan PAD yang lumayan besar.
“Misalnya jika ada masyarakat yang hobi mancing bisa dibuat ke wisata laut dalam atau ke taman kerumbu karang serta pemerintah bisa bekerja dengan armada barat untu membuat wisata perang-perangan, belum lagi banyak batu gioknya,” katanya.





