Pemkab Mesuji Bantu Relokasi Rumah Warga di Pinggir Sungai

Bupati Mesuji Khamami (belakang, tengah) dalam acara sosialisasi program relokasi rumah di pinggiran sungai, di Rumah Dinas Bupati Mesuji, Senin (23/3). BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Pemerintah Kabupaten Mesuji akan merelokasi ruma...

Pemkab Mesuji Bantu Relokasi Rumah Warga di Pinggir Sungai
Bupati Mesuji Khamami (belakang, tengah) dalam acara sosialisasi program relokasi rumah di pinggiran sungai, di Rumah Dinas Bupati Mesuji, Senin (23/3).

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Pemerintah Kabupaten Mesuji akan merelokasi rumah-rumah warga di atas aliran sungai, terutama pada desa-desa tua.Relokasi dilakukan dengan memindahkan warga ke rumah yang akan dibangun Pemkab dan layak huni.  Program relokasi tersebut dikerjakan dengan dana bantuan hibah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2015.

“Saya harap program bantuan stimulan ini dapat berjalan dengan baik nantinya dan jangan sampai ada potongan sedikitpun, serta . Ditargetkan pada tahun 2016 sudah tidak ada lagi rumah papan di Mesuji,” kata Bupati Mesuji, Khamami, pada acara sosialisasi dengan Aparatur Kecamatan Mesuji dan para kepala desa dari Desa Nipah Kuning, Sungai Badak, Wiralaga I, dan Wiralaga II, di Rumah Dinas Bupti Mesuji Senin (23/3).
.

Menurut Khamami, bantuan yang diberikan maksimal sebesar Rp 30 juta  dibagi untuk  kelompok yang terdiri dari 20 kepala keluarga (KK). Yang akan membangun rumah layak huni itu nantinya adalah masing-masing kelompok.  Pemkab hanya mengawasi pelaksanaannya dengan melibatkan aparat TNI, Kepolisian, dan Kejaksaan. Selanjutnya Pemkab juga akan memberikan bantuan sebesar Rp 23,5 Juta per KK untuk pembangunan rumah.

Syarat-syarat bagi penerima bantuan, antara lain, mau meninggalkan sungai, tidak terlibat narkoba maupun alkohol, serta tanah tidak boleh dipindahtangankan selama 20 tahun.

Selain itu, rumah-rumah warga di desa tua yang berhadapan dengan sungai juga akan diberikan bantuan, namun diprioritaskan bagi bangunan dari papan atau yang sudah tidak layak huni.