Pasca-aksi Begal Gila-gilaan, Polres Lampung Utara Gelar Operasi Gabungan
Feaby/Teraslampung.com Seorang pengendara terjaring razia gabungan di kawasan Tugu Payan Mas, Kotabumi, Lampung Utara, Rabu sore (4/3). KOTABUMI–Sehari setelah aksi gila-gilaan komplotan begal sepeda motor milik warga hing...
Feaby/Teraslampung.com
| Seorang pengendara terjaring razia gabungan di kawasan Tugu Payan Mas, Kotabumi, Lampung Utara, Rabu sore (4/3). |
KOTABUMI–Sehari setelah aksi gila-gilaan komplotan begal sepeda motor milik warga hingga empat kali di empat tempat berbeda di Lampung Utara pada Selasa (3/3), Polres Lampung Utara (Lampura) Rabu sore (4/3) menggelar razia besar – besaran di kawasan Tugu Payan Mas Kotabumi.
Razia gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Lampura, Kompol. Deden Heksaputra.
“Razia ini merupakan bagian dari tindakan pencegahan terhadap aksi begal di wilayahnya serta untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga Lampura, “Razia ini untuk mengantisipasi tindak pencurian motor atau begal,” kata dia, di sela – sela razia, Rabu (4/3).
Hingga berita ini diturunkan sekitar pukul 16:30 WIB, proses razia masih berlangsung. Pantauan di lokasi, sejumlah aparat menjaga setiap titik di kawasan tugu Payan Mas baik dari arah Kotabumi, Bandar Lampung, Bukit Kemuning, maupun Rejosari.
Sejumlah pengendara roda dua terlihat panik dan memilih berbalik arah saat melihat aparat. Sayangnya, para aparat hanya memilih diam tanpa melakukan pengejaran. Dalam razia itu, Polisi mengamankan seorang pengendara motor dengan nomor Polisi BE 7231 WR lantaran kedapatan membawa senjata tajam.
Sebelumnya, Aksi pembegalan motor kembali ‘menggila’ di wilayah Lampung Utara (Lampura). Tak tanggung – tanggung, aksi pembegalan terjadi sebanyak empat kali pada Selasa (3/3).
Para komplotan begal motor merampas motor para korbannya di empat lokasi berbeda dan hampir di waktu yang bersamaan antara pukul 05:30 WIB – 07:30 WIB.
Ahmadi (18), warga Way Abung III, Isorejo, Bunga Mayang, Lampura merupakan korban yang terakhir di hari nahas itu. Dimana akibat kejadian itu, siswa SMA swasta di Kotabumi tersebut harus merelakan ‘kuda besi’ miliknya dibawa kabur oleh para begal, pada Selasa (3/3) sekitar pukul 07.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan, kala itu korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hijau dengan nomor Polisi BE 4327 JU hendak berangkat menuju sekolahnya di Kotabumi.
Setibanya, di dekat daerah pabrik Sinar Laut, tepatnya di Desa Talang Batin, Kotabumi Ilir, remaja ini dipepet oleh dua orang tidak dikenal dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 warna hitam lis merah.
Setelah memepet dan memberhentikan korban, seorang pelaku lantas merampas kunci sepeda motor. Awalnya, korban berusaha melawan. Tapi, rekan pelaku lainnya lantas mencabut golok dan mencoba membacok korban. Korban pun lantas lari untuk menyelamatkan diri. Sementara, kedua pelaku langsung membawa kabur sepeda motor korban.
Ketiga korban begal lainnya yakni Nasarudin (46), warga Rejosari, Kotabumi Selatan, Umiyati (44) warga Jalan Raden Intan, Kota Alam, Kotabumi Selatan dan DJohan Yusuf (24), warga Jalan Raden Intan, Kota Alam, Kotabumi Selatan.





