Delapan Hari Posko Waspada Bencana Karang Taruna Salurkan 25 Ribu Masker dan 150 Ribu Liter Air

Sep 20, 2026 - 16:22
0 2
Delapan Hari Posko Waspada Bencana Karang Taruna Salurkan 25 Ribu Masker dan 150 Ribu Liter Air

Teraslampung.com, Lampung Selatan --  Posko Waspada Bencana Karang Taruna Provinsi Lampung ditutup setelah beroperasi selama delapan hari, 12-19 September 2026. Penutupan dilakukan seiring hujan mulai turun dan abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau mereda.

Selama beroperasi, posko menggelar 10 agenda layanan sosial bagi warga di Kecamatan Bakauheni dan Rajabasa, dua wilayah yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, mengatakan layanan menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar dan pengguna jalan hingga pedagang di pasar rakyat serta warga umum.

"Program aksi kemanusiaan ini tersebar di Kecamatan Bakauheni dan Kecamatan Rajabasa yang menjadi wilayah terdampak. Kegiatan ini menjangkau ribuan warga," kata Wahrul.

Layanan diawali dengan pemeriksaan kesehatan gratis. Karang Taruna juga membagikan sejumlah kebutuhan dasar, seperti masker, susu, biskuit, dan sembako.

Sosialisasi mengenai mitigasi abu vulkanik turut dilakukan di sejumlah sekolah. Kegiatan itu ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko paparan material vulkanik sekaligus mendorong kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Pengurus Karang Taruna Provinsi Lampung, Deni Ribowo, mengatakan pembagian masker, susu, dan biskuit bahkan telah dilakukan sebelum posko resmi dibuka. Total bantuan yang disalurkan mencapai 25 ribu paket.

Bantuan tersebut menyasar sejumlah fasilitas pendidikan, pengguna jalan, pasar rakyat, dan masyarakat umum. Beberapa sekolah yang menjadi lokasi kegiatan antara lain SD Negeri Hatta, SMP Negeri Bakauheni, dan SD Negeri 2 Kunjir.

Selain menghadapi dampak abu vulkanik, Karang Taruna memusatkan perhatian pada kebutuhan air bersih warga. Selama masa tanggap layanan, sebanyak 150 ribu liter air didistribusikan secara bertahap.

Air bersih tersebut disalurkan ke sejumlah desa, antara lain Hatta, Muara Pilu, Bakauheni, Pematang Macan, Kayu Tabu, dan Kelawi.

"Selain penanganan dampak langsung abu vulkanik, kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih juga menjadi fokus utama layanan," ujar Deni saat menutup Posko Waspada Bencana Karang Taruna pada Sabtu malam, 19 September 2026.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan pada 16 September di Posko Terpadu Desa Hatta. Edukasi tersebut diikuti ratusan warga.

Menurut Deni, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mengantisipasi potensi bencana lanjutan di wilayah yang berada di sekitar kawasan rawan erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Tanggap darurat dan pendampingan yang menyasar masyarakat ini diharapkan dapat menjaga kesehatan serta meminimalkan risiko bencana bagi masyarakat di kawasan rawan erupsi Gunung Anak Krakatau," kata dia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User