Beberapa Tokoh Pendidikan dan Agama Siap Jadi Tutor BPUN

BPUN di Yogyakarta (ilustrasi/dok) BLAMBANGAN UMPU, Teraslampung.com – Beberapa tokoh pendidikan dan  agama di Kabupaten Waykanan Lampung  menyatakan kesiapannnya menjadi tutor Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) Way Kanan. Salah...

Beberapa Tokoh Pendidikan dan Agama Siap Jadi Tutor BPUN
BPUN di Yogyakarta (ilustrasi/dok)
BLAMBANGAN UMPU,
Teraslampung.com –
Beberapa tokoh pendidikan dan  agama di Kabupaten Waykanan Lampung  menyatakan kesiapannnya menjadi tutor Belajar
Pasca Ujian Nasional (BPUN) Way Kanan. Salah satunya adalah Ketua Umum DPP
Forum Guru Independen Indonesia (FGII) yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan (Kadisdikbud) Gino Vanollie .
“Meski tidak penuh,
mantan Sekretaris Forum Martabat Guru Independen Lampung yang juga guru bidang
studi biologi tersebut siap berpartisipasi aktif dalam BPUN,” ujar Manajer
BPUN Waykanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Minggu (22/3).
BPUN merupakan program
utama Yayasan Mata Air  bekerjasama dengan GP Ansor. Program tersebut bertujuan mengantarkan sebanyak-banyaknya pelajar untuk melanjutkan
kuliah di PTN.
Di Waykanan yang
dicanangkan sebagai “Bumi Petani” oleh Bupati Bustami Zainudin, BPUN
akan digelar di Pondok Pesantren Assidiqiyah 11, Kampung Labuhan Jaya,
Kecamatan Gunung Labuhan mulai 1 Mei hingga 7 Juni 2015.
“Kami mengundang
seluruh pelajar di Waykanan dan juga di Lampung yang ingin melanjutkan ke
Perguruan Tinggi Negeri atau PTN untuk mengikuti BPUN. Kami akan menyeleksi 60
pelajar, terdiri dari 30 putra dan 30 putri Nahdlatul Ulama terbaik di Waykanan
dan Lampung  untuk ikut BPUN,” ujar
Ketua  GP Ansor Waykanan itu lagi.
Dukungan untuk
penyelenggaraan BPUN di Waykanan juga diberikan Dr Farida Aryani, akademisi
dari Universitas Negeri Lampung (Unila) yang juga Ketua Dewan Pendidikan
Waykanan.
“Ketua Persatuan Guru
Republik Indonesia atau PGRI Waykanan Sugiharto Pandu juga menyatakan siap
menurunkan guru-guru tergabung dalam organisasi tersebut untuk menjadi tutor.
Sekretaris Dewan Pembina GP Ansor Supri Iswan juga siap turun tangan. Adapun
Pengasuh Pondok Pesantren Assidiqiyah 11 KH Syarifudin juga menyatakan siap
menangani langsung perihal kerohanian peserta BPUN,” kata Gatot.
Menurut Gatot, secara
garis besar, BPUN berbicara tentang tiga hal, yakni: pendidikan, kepemimpinan
dan keberagamaan yang ramah.
Model pembelajaran BPUN
terdiri dari, mengkombinasikan model belajar tutorial, belajar mandiri, diskusi
kelompok, belajar in class dan outdoor, memadukan dengan Leadership Training,
memberikan materi lain nonmata pelajaran seperti leadership, enterpreneurship,
life skill, keberagamaan yang toleran dan moderat, dan adanya asrama (camp)
bagi peserta BPUN selama pelaksanaan program.
“BPUN sudah
berlangsung sejak 2007 dan menghasilkan individu-individu berkompeten yang
melanjutkan studi di sejumlah PTN ternama di Indonesia seperti UGM atau ITB
sebagai contoh. Syukur Alhamdulillah program tersebut bisa masuk ke Waykanan
pada khususnya dan Lampung pada umumnya, karenanya sangat sayang jika diabaikan
oleh generasi muda calon pemimpin bangsa mengingat BPUN memberi harapan kepada
pelajar kurang mampu untuk melanjutkan studi ke PTN,” ujarnya.
Program BPUN yang
memberikan pendampingan di bidang akademik, penguatan soft skill dan beasiswa
studi di PTN di tahun 2015 digelar di 40 kabupaten/kota dari 420 kabupaten dan
94 kota yang ada di Indonesia.
Di Lampung sendiri, BPUN
digelar di Waykanan, daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu
(OKU) Timur Provinsi Sumatera Selatan. Pendaftaran online untuk
Waykanan-Lampung bisa dilakukan mulai saat ini hingga 27 April 2015 melalui
http://mataair.or.id/pendaftaran-bpun-2015/.

“Namun demikian, peserta
dari Waykanan atau Lampung juga diharuskan mengisi formulir pendaftaran di
Sekretariat Panitia BPUN, jalan Jenderal Sudirman km 1 nomor 223 atau samping
SMPN1 Blambangan Umpu. Informasi @GPANSORWK1, gpansorwaykanan@gmail.com atau
hubungi 085382008080,” katanya.