Aprilani Yustin Ficardo Pimpin Peringatan HUT Dekranas
Istri Gubernur Lampng, Aprilani Yustin Ficardo, memotong tumpeng pada peringatan HUT ke-35 Dekranas di Aula Diklat Koperasi UKMK, Bandarlampung, Selasa (3/3). BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Istri Gubernur Lampung Aprilani Yustin Fic...
| Istri Gubernur Lampng, Aprilani Yustin Ficardo, memotong tumpeng pada peringatan HUT ke-35 Dekranas di Aula Diklat Koperasi UKMK, Bandarlampung, Selasa (3/3). |
BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Istri Gubernur Lampung Aprilani Yustin Ficardo memimpin peringatan Hari Ulang Tahun ke-35 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) sekaligus Rapat Koordinasi (Rakor) Dekranasda Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung di Aula UPTD Diklat Koperasi UMKM, Jalan Dr. Susilo Bandarlampung, Selasa (3/3).
Hadir dalam acara ini Asisten Bidang Kesra, Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Kadis Parekraf, serta jajaran Dekranasda se-Provinsi Lampung. Hadir juga tam khusus Finalis Puteri Indonesia 2015 asal Lampung Laras Maranatha dan perancang kondang Hengki Kawilarang.
Rakor Dekranasda membahas antara lain eksplorasi budaya yang ada di Lampung dan agenda Dekranasda selama tahun 2015.
Aprilani Yustin Ficardo menjelaskan, dirinya sebagai ketua Dekranasda saat berkenginan untuk lebih mengeksplorasi budaya-budaya yang ada di Lampung bekerjasama dengan Dekranasda kabupaten/kota se-Lampung.
“Kalau perlu kita belajar dari daerah lain seperti Kalimantan Selatan yang memiliki indsutri batu yang terkenal. Kita adopsi ke budaya kita. Sehingga budaya kita bisa dikayakan dengan aksesori yang ada di Lampung, seperti batu dari Tanjung Bintang Lampung Selatan dan dari Way Kanan”, kata Aprilani Yustin
Ketika diberi kesempatan menyampaikan sambutan, Hengki yang juga perancang busana para finalis Putri Indonesia 2015 itu mengatakan sangat terkejut dengan kekayaan budaya Lampung.
“Selama ini kita tahunya hanya tapis dan sulam ususnya saja. Ternyata masih ada jenis kain yang ada di Lampung. Belum lagi detail-detailnya yang bisa kita angkat. Saya sebagai desainer berkwajiban untuk perkenalkan budaya Indonesia di dalam dan luar negeri,”, kata Hengki.
“Dan era globalisasi ini membuat kita lebih bersaing. Dalam persaingan kita harus bisa membuat produk yang bisa dibuat dengan cepat dan bisa dipasarkan secara luas,” katanya.





