64 Warga Lampung Utara Mengidap HIV/AIDS
Feaby/Teraslampung.com Kotabumi–Jumlah Penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) di Lampung Utara (Lampura) kini telah mencapai 64 orang. “Terakhir yang tercatat 64 orang. Itu data hingga a...
Feaby/Teraslampung.com
Kotabumi–Jumlah Penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) di Lampung Utara (Lampura) kini telah mencapai 64 orang.
“Terakhir yang tercatat 64 orang. Itu data hingga akhir tahun 2014 kemarin,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lampura, M. Yusuf, melalui sambungan telepon, Minggu (1/3).
M. Yusuf menuturkan bahwa data seputar jumlah penderita HIV/AIDS di wilayahnya tersebut merupakan data yang dikumpulkan sejak beberapa tahun belakangan ini. Sementara, penyebaran penyakit yang belum ada obatnya hingga kini, kata dia, sebagian besar berasal dari Pengguna Jarum Suntik (Penasun). “Mayoritas penyebarannya dari para penasun,” terangnya.
Masih menurut dia, untuk menekan atau mencegah penyebaran penyakit berbahaya tersebut, pihaknya telah menyiapkan layanan klinik Voluntary Counseling Test (VCT). VCT ini sendiri bertujuan untuk membantu orang mengetahui status HIV pada yang bersangkuta secara lebih dini. “CVT itu ada di Rumah Sakit Umum Daerah Ryacudu, Kotabumi,” kata dia.
Setelah dinyatakan positif menderita HIV maka para penderita akan dirujuk ke Rumah Sakti Abdul Moeloek Bandar Lampung guna mendapat perawatan. Dimana biaya pengobatan bagi para penderita ditanggung seluruhnya oleh pemerintah alias gratis. “Enggak ada biaya. Semuanya gratis,” tuturnya.
Di samping menyiapkan layanan VCT, pihaknya juga berencana menggelar berbagai penyuluhan kepada sejumlah sekolah di Lampura. “Kita akan adakan penyuluhan ke sekolah – sekolah,” jelas dia.
Di lain sisi, Manajer Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Lampura, Eza Mayang Saputra mengatakan meski jumlah penderita HIV/AIDS di wilayahnya mengalami kenaikan, namun secara peringkat dalam hal penderita HIV/AIDS, Kabupaten Lampung Utara mengalami penurunan peringkat. “Kalau sekarang sepertinya nomor 3 di propinsi Lampung,” katanya.
Kendati demikian, untuk urusan jumlah Penasun, menurut pria bertubuh gempal ini, Kabupaten Lampura menempati urutan nomor wahid di seantero Lampung dengan jumlah Penasun sebanyak 462 orang. “Jumlah Penasun kita pertama di Lampung,” papar dia mengakhiri pembicaraan.





