Wabup Mustafa Serahkan Beasiswa BPJS kepada Empat Siswa Lampung Tengah

Supriyanto/Teraslampung.com Wakil Bupati Lampung Tengah Mustaha menyerahkan beasiswa dari BPJA Cabang Lampung Tengah kepada Silvana Citra, siswa MAN Poncowati, Lampung Tengah, Senin (18/5).  GUNUNGSUGIH- Badan Penyelenggara Jaminan Sosi...

Wabup Mustafa Serahkan Beasiswa BPJS kepada Empat Siswa Lampung Tengah

Supriyanto/Teraslampung.com

Wakil Bupati Lampung Tengah Mustaha menyerahkan beasiswa dari BPJA Cabang Lampung Tengah kepada Silvana Citra, siswa MAN Poncowati, Lampung Tengah, Senin (18/5). 

GUNUNGSUGIH- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Lampung Tengah memberikan bantuan dana pendidikan berupa bea siswa kepada empat orang siswa di Lampung Tengah. Keempat siswa yang mendapatkan bea siswa tersebut adalah  Nazwa Linucguhri dari SD Bustanul Ulum dan Yudistira Yopi Andika dari SMP Bustanul Ulum Terbanggibesar masing-masing menerima sebesar Rp. 1.800.000. Lalu Silvana Citra dari MAN Poncowati  Terbanggibesar dan Ayu Ariska Mutia mahasiswa Universitas Lampung (Unila) masing-masing menerima bea siswa sebesar Rp. 2.400.000.

Bantuan dana pendidikan dari BPJ Cabang Lampung Tegah tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Lampung Tengah Musrafa, pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional Kabupaten Lampung Tengah 2015, di Gunungsugih, Senin (18/5).

Selain menyerahkan bantuan besa siswa, Mustafa juga menyerahkan piagam penghargaan kepada 19 siswa-siswi yang memperoleh prestasi juari 1 pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2015 Tingkat Provinsi Lampung, selanjutnya mereka akan mewakili Provinsi Lampung pada O2SN tingkat nasional.

Bupati Lampung Tengah H.Ahmad Pirin dalam sambutan tertulis yang di sampakan Wakil Bupati Lampung Tengah H.Mustafa, mengingatkan, Pendidikan merupakan sebuah “Gerakan” harus dipandang sebagai ikhtiar kolektif seluruh bangsa. Karena itu pendidikan tidak bisa dipandang sebagai sebuah program semata.

” Kita ketahui peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini mengusung tema “Pendidikan sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila‟. Dengan tema ini tentunya kita harus mengajak semua elemen masyarakat untuk terlibat dalam meningkatkan kemajuan pendidikan,”tegas Mustafa.

Ditegaskan Mustafa, kita harus mendorong pendidikan menjadi gerakan semesta, yaitu gerakan yang melibatkan seluruh elemen bangsa: masyarakat merasa memiliki, pemerintah memfasilitasi, dunia bisnis peduli, dan ormas/LSM mengorganisasi. Berbeda dengan sekadar “program” yang perasaan memiliki atas kegiatan hanya terbatas pada para pelaksana program, sebuah “gerakan” justru ingin menumbuhkan rasa memiliki pada semua kalangan.

”Oleh karenanya, saya mengajak semua pihak untuk merasa peduli dan merasa memiliki atas problematika pendidikan agar semua bersedia menjadi bagian dari ikhtiar untuk menyelesaikan problematika di dunia pendidikan,”katanya.

Gerakan pencerdasan dan penumbuhan generasi berkarakter Pancasila sebagai tema yang diusung, merupakan sebuah upaya untuk mengembalikan kesadaran tentang pentingnya karakter Pancasila dalam pendidikan kita. Sudah digariskan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Itulah karakter Pancasila yang menjadi tujuan Pendidikan Nasional kita.

”Menumbuhkembangkan potensi anak didik sesuai tujuan pendidikan memerlukan karakteristik pendidik dan suasana pendidikan yang tepat. Disinilah peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi amat relevan untuk mengingatkan kembali tentang karakteristik pendidik dan suasana pendidikan,”katanya.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tak bisa lepas dari sosok Ki Hadjar Dewantara, yang ditetapkan sebagai Bapak Pendidikan Indonesia. Ki Hadjar Dewantara menyebut sekolah dengan istilah “Taman”. Taman adalah tempat belajar yang menyenangkan. Anak datang ke taman dengan senang hati, berada di taman juga dengan senang hati dan pada saat harus meninggalkan taman maka anak akan merasa berat hati. Menjadikan sekolah sebagai taman dan tempat belajar yang menyenangkan menjadi harapan kita semua.

Sekolah yang menyenangkan memiliki berbagai karakter, diantaranya adalah; sekolah yang melibatkan semua komponennya, baik guru, orang tua, siswa dalam proses belajarnya; sekolah yang pembelajarannya relevan dengan kehidupan; sekolah yang pembelajarannya memiliki ragam pilihan dan tantangan, dimana individu diberikan pilihan dan tantangansesuai dengan tingkatannya; sekolah yang pembelajarannya memberikan makna jangka panjang bagi peserta didiknya.

”Dalam peringatan hari Pendidikan Nasional ini, mari kita kembalikan semangat dan konsep Ki Hadjar Dewantara bahwa sekolah harus menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Sebuah wahana belajar yang membuat para pendidik merasakan mendidik sebagai sebuah kebahagiaan. Sebuah wahana belajar yang membuat para peserta didik merasakan belajar sebagai sebuah kebahagiaan. Pendidikan sebagai sebuah kegembiraan. Pendidikan yang menumbuh-kembangkan potensi peserta didik agar menjadi insan berkarakter Pancasila,”tandasnya.