Pemkot Bandarlampung Dinilai Terlalu Berharap Dana Pusat untuk Perbaikan SDN

Aug 24, 2026 - 21:55
0 6
Pemkot Bandarlampung Dinilai Terlalu Berharap Dana Pusat untuk Perbaikan SDN
Asroni Paslah

Teraslampung.com, Bandarlampung — Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung Asroni Paslah menilai pemerintah kota terlalu berharap pada dana revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat. Akibatnya, sejumlah sekolah dasar negeri di kota itu masih memiliki bangunan dengan kondisi memprihatinkan.

Asroni mengatakan pemerintah pusat cenderung mengarahkan anggaran revitalisasi sekolah ke daerah yang memiliki kemampuan fiskal lebih terbatas. Bandarlampung, kata dia, dinilai memiliki kemampuan anggaran yang cukup baik berdasarkan APBD-nya.

“Sementara pusat melihat Kota Bandarlampung jika dilihat dari APBD-nya baik. Akhirnya pusat lebih mengarahkan dana revitalisasi sekolah ke kabupaten yang memang APBD-nya kecil,” kata Asroni di kantor DPRD Kota Bandarlampung, Senin, 24 Agustus 2026.

Politikus Gerindra itu juga menyoroti penganggaran di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandarlampung. Menurut dia, dinas seharusnya memiliki data kondisi seluruh sekolah sehingga perbaikan dapat diprioritaskan melalui APBD.

“Mestinya dinas punya data mana sekolah dasar yang perlu diperbaiki, kemudian dianggarkan. Kami pasti dukung,” ujarnya.

Menurut Asroni, kerusakan sekolah bukan hanya terjadi di wilayah pinggiran kota. Ia mencontohkan SDN 1 Rawalaut yang berada di tengah kota. Kondisi plafon, lantai, dan kusen sekolah tersebut, kata dia, sudah memprihatinkan.

“Bukan hanya yang ada di pinggiran kota, yang di tengah kota saja seperti SDN 1 Rawalaut, plafon, lantai, serta kusen-kusennya parah,” katanya.

Asroni kemudian mengambil inisiatif menggalang dana dari sejumlah pengusaha dan koleganya yang peduli terhadap pendidikan. Dana Rp30 juta terkumpul untuk memperbaiki satu ruang kelas di SDN 3 Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa.

Menurut dia, masih ada tiga ruang kelas lain di sekolah tersebut yang membutuhkan perbaikan. Namun dana yang terkumpul baru cukup untuk memperbaiki satu ruang.

“Dari kawan-kawan terkumpul dana Rp30 juta dan kami gunakan untuk memperbaiki satu lokal yang kondisinya memprihatinkan. Sebenarnya ada tiga lokal yang juga sama, tapi dananya belum cukup,” ujar Asroni.

Dia mengatakan masih berupaya menggalang dana untuk memperbaiki dua ruang kelas lainnya. 

Dandy Ibrahim

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User