Belasan Ribu Siswa SMP di Lampung Utara Ikuti UN 2015

Feaby/Teraslampung.com  Ujian Nasional SMP di Way Kanan, Senin, 4 Mei 2015. (ilustrasi) Kotabumi–Belasan ribu siswa SMP dan yang sederajat Lampung Utara dipastikan mengikuti Ujian Nasional (UN) yang dimulai pada Senin (4/5) ini. &...

Belasan Ribu Siswa SMP di Lampung Utara Ikuti UN 2015

Feaby/Teraslampung.com 

Ujian Nasional SMP di Way Kanan, Senin, 4 Mei 2015. (ilustrasi)

Kotabumi–Belasan ribu siswa SMP dan yang sederajat Lampung Utara dipastikan mengikuti Ujian Nasional (UN) yang dimulai pada Senin (4/5) ini.  UN ini sendiri akan berakhir pada Kamis (7/5) mendatang.

“Jumlah peserta UN SMP/sederajat tahun ini mencapai ‎11.229 siswa,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Suwandi, di kantornya, Senin (4/5).

Mantan kepala sekolah SPM Negeri 7 Kotabumi itu mengatakan,‎ UN kali ini bukan faktor penentu kelulusan siswa karena yang menentukan kelulusan siswa tahun ini pihak sekolah masing – masing. Menurut dia, UN kali ini hanya untuk melakukan pemetaan mutu pendidikan yang sudah dilaksanakan selama ini, untuk meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri jika dirasa masih kurang dari harapan.‎

“UN tahun ini bukan penentu kelulusan siswa. Pihak sekolahlah yang menentukan kelulusan siswa,” tuturnya.

Untuk menentukan kelulusan masing – masing siswa, kata Suwandi, sekolah akan melihat nilai siswa mulai pertama hingga semeseter lima. Selain itu, sekolah juga akan memperhitungkan hasil Ujian Sekolah (US) masing – masing siswa untuk menentukan kelulusan siswa.

“Porsinya 70 persen nilai semester, 30 persen nilai US,” papar dia.

‎Ditanya rentannya terjadi permainan atau kecurangan pihak sekolah dalam meluluskan siswanya karena hanya mengandalkan nilai rapor serta US dengan modus mengganti rapor yang baru, Suwandi enggan mengomentarinya. Karena hal itu murni tanggung jawab moral pihak sekolah. Kendati demikian, ia mengatakan tetap ada standar nilai yang harus dipenuhi oleh siswa meski yang menentukan kelulusannya pihak sekolah.

“Nilainya harus 5,5. Kalau tidak, ya enggak bisa lulus,” katanya.

Suwandi menambahkan, untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya kecurangan pihak sekolah dalam meluluskan siswanya, setiap sekolah wajib memasukkan nilai rapor masing – masing siswa di internet pada masa mendatang.

“Nantinya nilai rapor siswa akan menggunakan sistem online. Kalau sekarang memang belum,” katanya.