Kopi Pagi

Renungan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

Oleh Zainal Asikin Kita adalah saudara dari rahim ibu pertiwi Ditempa oleh ge...

Sapardi Djoko Damono

Oleh: Handrawan Nadesul Penyair Sapardi Djoko Damono meninggal dunia pada Min...

Ketika Covid-19 Makin Mempermurah Nyawa Manusia

Handrawan Nadesul Ada banyak cerita duka di  dunia akibat Covid-19. Hari-hari...

Lurah Kecu Mantan Preman

Oyos Saroso H.N. Namanya aslinya sebenarnya Suro Agul-agul. Tapi orang sekaw...

“Cabin Fever”,  Risiko Melonggarkan Covid-19

Handrawan Nadesul Tidak semua orang bisa betah tinggal di rumah saja berlama-...

Pemimpin Hebat Boleh Marah, Asal…

Oyos Saroso H.N. Salah satu guru spiritual saya mengajarkan untuk bisa mereda...

Soal Fly-over di Jalan Ki Maja dan Jalan Urip Sumoha...

Wiyadi Rencana pembangunan jalan bawah tanah (under pass) dan jalan layang (f...

Kritik

Sunu Wasono Maksud hati ingin pamer, ternyata malah mendapat kritik. Siapa la...

Pilihan: Sekeping Medali Emas atau Kemuliaan

KEPUTUSAN untuk memilih hanya datang dalam hitungan milidetik: Kemenangan ata...

Dokter kok Menulis Puisi?

Habitat kehidupan saya ada dua. Dunia pasien dari mana kehidupan profesi saya...

Nadiem Makarim dan Pendidikan Kita

Oleh: Arfi Bambani Penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan K...

Menteri

Tomi Lebang Pernah ada masa, presiden di Indonesia tak pernah berganti. Saat ...

Harum Wangi Uang Fee Proyek

Oyos Saroso H.N. “Iya tah?”, “Nggak mungkin!”, &#8220...

Lepolmasi, Repot Nasi

Oyos Saroso H.N. “Para pejuang lepolmasi itu hebat ya Mblung,”kat...

Cinta Itu Kimiawi, Bukan Maya

Handrawan Nadesul Cinta bukan abstrak, tapi proses kimiawi maka matematis. Ar...

Bupati Agung tak Pernah Membalas Surat Cinta Saya

Oyos Saroso H.N. Menjadi lurah, camat, — apa lagi bupati atau gubernur ...