Terpidana Mati asal Filipina Dipindahkan ke Nusakambangan
Terpidana mati Mary Jane (dok Tempo) CILACAP, Teraslampung.com– Menjelang jadwal eksekusi mati, terpidana mati kasus narkoba asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso, dipindahkan dari Lapas Wirogunan Yogyakarta ke Lapas Besi, Pulau...
| Terpidana mati Mary Jane (dok Tempo) |
CILACAP, Teraslampung.com– Menjelang jadwal eksekusi mati, terpidana mati kasus narkoba asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso, dipindahkan dari Lapas Wirogunan Yogyakarta ke Lapas Besi, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. setelah dipindahkan dari Lapas Wirogunan, Yogyakarta, Jumat (24/4).
Masuknya Mary Jane di Nusakambangan, berarti seluruh terpidana mati yang akan segera dieksekusi oleh Kejaksaan Agung telah berada di Nusakambangan.
Mary dibawa dengan kendaraaan Barracuda milik Brimob Yogya. Beberapa mobil mengirinya. Penjagaan dilakukan sangat ketat. Selain mobil Barracuda milik Brimob, tampak beberapa mobil yang ditumpangi anggota Brimob bersenjata lengkap dan pejabat Lapas Wirogunan.
Mary Jane Fiesta Veloso adalah satu dari 10 terpidana mati kasus narkoba yang permohonan grasinya ditolak Presiden Joko Widodo. Mary Jane divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman, DIY, pada 2010.
Mary mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) setelah grasinya ditolak Presiden. Namun dalam sidang PK yang digelar di PN Sleman bulan lalu, MA memutuskan menolak permohonan PK tersebut, dan tetap pada putusan PN Sleman.
Mary Jane ditangkap petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta karena terbukti membawa narkoba jenis heroin seberat 2,6 kilogram senilai Rp5,5 miliar saat turun dari pesawat terbang rute Kuala Lumpur-Yogyakarta pada 2010.
Selain Mary, terpidana mati lainnya yang akan segera dieksekusi adalah Andrew Chan (warga negara Australia), Myuran Sukumaran (Australia), Raheem Agbaje Salami (Nigeria), Zainal Abidin (Indonesia), Serge Areski Atlaoui (Prancis), Rodrigo Gularte (Brasil), Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa (Nigeria), Martin Anderson alias Belo (Ghana), Okwudili Oyatanze (Nigeria), dan Mary Jane Fiesta Veloso (Filipina).



