Staf Wapres Bantah Isu Jusuf Kalla akan Mundur

Wakil Presiden Jusuf Kalla (Ist) JAKARTA, Teraslampung.com — Staf Khusus Wakil Presiden Jusuf Kalla, Husein Abdullah, membantah sinyalemen pengamat politik Prof. Tjipta Lesmana mengenai adanya ancaman Wakil Presiden Jusuf Kalla mundur...

Staf Wapres Bantah Isu Jusuf Kalla akan Mundur
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Ist)

JAKARTA, Teraslampung.com — Staf Khusus Wakil Presiden Jusuf Kalla, Husein Abdullah, membantah sinyalemen pengamat politik Prof. Tjipta Lesmana mengenai adanya ancaman Wakil Presiden Jusuf Kalla mundur jika Presiden Joko Widodo mempertahankan Menko Kemaritiman Rizal Ramli.

“Tidak benar, itu hanya imajinasi Prof. Tjipta,” kata Husein Abdullah, seperti dilansir laman resmi Sekretariat Kabinet (setkab.go.id), Sabtu (22/8).

Husain menegaskan, Jusuf Kalla  sudah dikenal khalayak sebagai juru damai. Karena itu, sangat mustahil jika JK mundur dari pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Kondisi pemerintahan saat ini sangat bagus meski beberapa hari telah dilakukan reshuffle kabinet. Konsolidasi pemerintah juga berjalan baik,” katanya.

Pernyataan Husein Abdullah itu dimaksudkan untuk meluruskan pernyataan pengamat politik dari Universita Indonesia (UI) Tjipta Lesmana sebagaimana dikutip Kompas.Com beberapa saat lalu, bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla mengancam akan mundur jika Presiden Joko Widodo tidak mengganti Menko Bidang Maritim Rizal Ramli, seperti dilansir media nasional kompas.com, Sabtu (22/8).

Bantahan serupa juga disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung juga mengatakan, bahwa persoalan antara Menko Kemaritiman Rizal Ramli dengan Wapres Jusuf Kalla sudah selesai.

“Ya kemarin di sidang kabinet kan sudah bertemu. Presiden mengatakan sudah tidak ada apa-apa, fine-fine aja,” kata Pramono Anung kepada wartawan di lobi Gedung Kemensetneg, Jakarta, Kamis (20/8) lalu.

Seskab Pramono Anung menegaskan, masalah di antara Menko Kemaritiman Rizal Ramli dan Wapres Jusuf Kalla sudah selesai. Karena itu, tidak ada debat publik, dan tidak perlu diperdebatkan.

“Konflik” di tubuh kabinet Jokowi-JK muncul hanya sehari setelah pergantian beberapa menteri. Hal itu bermula saat  Menko Maritim, Rizal Ramli, mengkritik Kementerian BUMN yang berencana membeli pesawat baru untuk perusahaan maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Menurut Rizal, pembelian pesawat baru belum perlu.

Rizal kembali melontarkan pernyataan kontroversial dengan mengatakan bahwa  target pemerintah membangun pembangkit listrik 35.000 megawatt terlalu sulit dicapai. Dia menilai proyek yang dicanangkan Presiden Jokowi hingga 2019 itu tak masuk akal. Bahkan, ia menilai proyek itu adalah proyek ambisius Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Bambang Satriaji