Soal PAD Kecil, Bupati Agung: Masa PAD dari PT Nakau Hanya Rp 600 Ribu per Tahun
Feaby/Teraslampung.com Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara memimpin rapat koordinasi dengan para Kepala Satker di Aula Pemkab Lampung Utara, Selasa (14/4). Kotabumi–Bupati Agung Ilmu Mangkunegara meminta sejumlah Satuan Kerj...
Feaby/Teraslampung.com
| Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara memimpin rapat koordinasi dengan para Kepala Satker di Aula Pemkab Lampung Utara, Selasa (14/4). |
Kotabumi–Bupati Agung Ilmu Mangkunegara meminta sejumlah Satuan Kerja (Satker) untuk berupaya maksimal dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga dapat lebih meningkat tajam. Menurut orang nomor satu di Kabupaten Lampura ini, sejumlah Satker masih kurang maksimal dalam menggali dan mendomgkrak PAD perusahaan – perusahaan besar di Lampung Utara.
“Kepada Satker Dispenda (Dinas Pendapatan Daerah), Kantor Penanaman Modal dan Perizinan, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Sat. Pol PP) upayakan untuk meningkatkan PAD,” kata Agung dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bulanan, di Aula Pemkab Lampung Utara, di Kotabumi, Selasa (14/4).
Agung menegaskan dirinya akan mendukung penuh upaya peningkatan PAD yang dilakukan jajarannya sepanjang upaya yang dilakukan sesuai dengan aturan. Begitu juga ketika upaya peningkatan PAD ini terbentur oleh oknum – oknum yang kurang bertanggung jawab.
“Enggak ada urusan sama saya, siapa yang ngebekinginnya. Kita berusaha keras menaikkan PAD semata – mata untuk rakyat. Masa PAD dari perusahaan seperti PT. Nakau hanya Rp.600 ribu/tahun? Jika ada perusahaan yang membandel, tindak tegas dan jangan pernah takut!”kata suami dari Endah Kartika Prajawati ini.
Bupati termuda di provinsi Lampung ini juga menyoroti etos kerja jajarannya yang lebih mengedepankan prinsip ABS (asal bapak senang) dan berbeda dengan fakta di lapangan. Tak hanya itu, bapak dua anak ini menyoroti rendahnya tingkat kehadiran sejumlah pimpinan Satker ketika menghadiri kegiatan rapat Pemkab dan kerap pulang sebelum kegiatan usai.
“Mental harus diubah. Janganlah begitu Pak Bupati ke Jakarta (langsung) merdeka (dan bermalas – malasan). Jangan tunjukkan mental – mental (seperti) pembantu yang harus ditunggui dulu baru kerja. Harus ada rasa tanggung jawab,” tegasnya.





