Pertuni Lampung Sinyalir Masih Banyak Anak Tuna Netra Tidak Bersekolah

Ketua Pertuni Lampung,Supron Risdiono, M.Pd.I. Teraslampung.com — Kesadaran memberikan akses bagi anak-anak berkebutuhan khusus dengan mengembangkan  pendidikan inklusi di sejumlah pemerintah kota dan kabupaten di Lampung belum di...

Pertuni Lampung Sinyalir Masih Banyak Anak Tuna Netra Tidak Bersekolah
Ketua Pertuni Lampung,Supron Risdiono, M.Pd.I.

Teraslampung.com — Kesadaran memberikan akses bagi anak-anak berkebutuhan khusus dengan mengembangkan  pendidikan inklusi di sejumlah pemerintah kota dan kabupaten di Lampung belum disertai dengan upaya pemerintah dan masyarakat membuka akses bagi penyandang disabilitas untuk bisa mendapatkan pendidikan yang memadai. Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Lampung mensinyalir masih banyak anak-anak usia sekolah penyandang tuna netra yang belum bersekolah.

“Jumlah anak-anak tuna netra di Lampung yang saat bersekolah di Sekolah Luar Biasa dan di sekolah umum melalui jalur inklusi baru sebagian dari jumlah riil anak penyandang tuna netra. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah kabupaten dan kota,” kata Ketua Pertuni Lampung, Supron Risdiono, M,Pd.I., belum lama ini.

Supron mengatakan, perlu ada advokasi agar warga yang memiliki anak tuna netra tidak malu untuk menyekolahkan anaknya. Menurut Syukron masih banyak warga di kampung-kampung yang malu anaknya tuna netra dan hanya mengurungnya di rumah.

“Saya dapat laporan  di Lampung Timur masih ada warga yang hanya memberi anaknya radio. Tiap hari anaknya disuruh mendengarkan radio saja. Padahal anaknya seharusnya bersekolah biar pintar dan kelak tidak menjadi beban kedua orang tuanya terus,” katannya.

Menurut Supron, dengan pendidikan yang baik, anak-anak penyandang tuna netra juga bisa maju dan mandiri seperti halnya anak-anak normal.

“Mereka juga bisa berprestasi dan berkarya. Semua itu butuh campur tangan keluarga, masyarakat, dan pemerintah daerah,” kata Supron.

Oyos Saroso H.N.