Panglima TNI: Tidak ada Institusi yang Hebat, Kebersamaan Kunci Keamanan
Zainal Asikin/Teraslampung.com Pengarahan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kepada para prajurit TNI Makorem Garuda Hitam Lampung BANDARLAMPUNG – Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan tidak ada institusi yang hebat, karena yang h...
Zainal Asikin/Teraslampung.com
| Pengarahan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kepada para prajurit TNI Makorem Garuda Hitam Lampung |
BANDARLAMPUNG – Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan tidak ada institusi yang hebat, karena yang hebat itu adalah kebersamaan sebagai kunci keamanan. Ia mencontohkan Provinsi Lampung yang menurutnya kondisi keamanannya makin membaik.
“Sebelumnya, Lampung ini kalau saya lihat di beberapa media banyak masalah, tapi sejak Kapolda, Danrem baru bisa aman dan kondusif. Tentu ini juga, tidak terlepas dari peran Gubernur. Tapi yang paling pokok adalah, karena adanya kebersamaan,”kata Gatot, saat memberikan pengarahan di hadapan para prajurit Korem 043 Garuda Hitam (Gatam) dan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Makorem. Selasa (26/4/2016).
Hadir pada acara tersebut, antara lain, Gubernurnur Lampung, Danrem 043 Gatam, Kapolda Lampung, Danlanal, Dan AU, Danbrigif, Dansat Brimobda Lampung serta para prajurit TNI, dan anggota kepolisian di Makorem 043 Gatam.
Menurut Gatot, membaiknya keamanan di Lampung sekarang ini tidak terlepas dari adanya kebersamaan baik itu dari TNI, Polri, dan Pemerintah Daerahnya.
Gatot Nurmantyo menilai, kebersamaan antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah di Lampung bisa dijadikan suatu contoh untuk di Provinsi lain yang ada di Indonesia. Hal tersebut perlu dilakukan, agar tercipta situasi aman, kondusif serta masyarakat yang lebih sejahtera.
“Kenapa saya sampaikan seperti ini, sebab Provinsi Lampung merupakan sebagai wilayah penyangga Ibu Kota. Oleh karena itu, lanjutkan kebersamaan di bumi lampung,”tuturnya.
Dikatakannya, seperti halnya dalam penanganan mengenai terorisme, karena kebersamaan itulah, maka dapat diselesaikan semua. Selain itu juga, yang perlu diperhatikan adalah teroris yang bersifat strategis. Karena ini sangatlah berbahaya, sehingga Indonesia inilah tempat paling aman untuk para teroris. Maka perlu adanya revisi mengenai Undang-Undang Terorisme.
“Sebagai anggota Babinsa, ataupun Bhabinkamtibmas haruslah bersama-sama dan bersinergi. Karena bertugas sebagai bahan pengumpul keterangan di lapangan,”ujarnya.
Kemudian mengenai seperti halnya hasil sitaan atau penyerahan senjata api rakitan dari masyarakat kepada jajaran Korem 043/Gatam, ke Polda Lampung dan lainnya ini juga dikarenakan adanya kebersamaan. Kalau memang tidak adanya kebersamaan, tidak mungkin akan tercipta seperti ini.
Diceritakannya, pada saat bagsa Indonesia melawan belanda yang memiliki senjata canggih, Indonesia hanya menggunakan senjata bambu runcing dan alat sederhana lainnya. Ini bisa ditunjukkan, kalau kita bisa merdeka karena kebersamaan.
“Jadi perlu saya ingatkan, tidak ada institusi manapun yang hebat kecuali kebersamaan sebagai jati diri bangsa Indonesia itulah yang paling hebat,”tegasnya.





