Lampung Selatan Gandeng PGN Kembangkan Infrastruktur Gas

Lampung Selatan Gandeng PGN Kembangkan Infrastruktur Gas

Teraslampung.com, Jakarta — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menjajaki kerja sama dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk mengembangkan infrastruktur energi berbasis gas. Kolaborasi ini melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perseroda Lampung Selatan Maju sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi daerah.

Pembahasan kerja sama berlangsung dalam pertemuan antara Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dan Direktur Komersial PGN, Aldiandsyah Idham, di kantor PGN, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 14 April 2026.

Egi mengatakan pengembangan energi gas menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk mendorong kemandirian energi sekaligus membuka peluang ekonomi baru. “Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk memperluas pasar gas di koridor Sumatra melalui pembangunan mother station CNG,” ujarnya.

Menurut dia, Lampung memiliki posisi strategis dalam jaringan distribusi energi nasional. PGN telah memiliki sejumlah infrastruktur di wilayah tersebut, termasuk fasilitas Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Lampung dan jaringan pipa distribusi di jalur utama Sumatra.

Pemanfaatan infrastruktur itu dinilai dapat dioptimalkan untuk mendukung ketersediaan energi sekaligus memberi nilai tambah bagi daerah. Dalam skema kerja sama yang dijajaki, PGN akan berperan sebagai pemasok gas, sementara pembangunan dan pengelolaan infrastruktur pendukung dapat melibatkan BUMD setempat.

Egi menyebut proyek ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan energi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” kata dia.

Rencana pengembangan Mother Station Compressed Natural Gas (CNG) tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan energi berbagai sektor, mulai dari industri, agribisnis, hingga sektor komersial dan transportasi. Pemerintah daerah juga menargetkan pemanfaatan gas sebagai energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan bagi pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah.