Kak Seto: Orang Tua Harus Bisa Menjadi Idola Anak-anaknya

Kak Seto (dok)  BANDARLAMPUNG. Teraslampung.com—Pengidolaan orang tua oleh anak sangat penting dalam pendidikan keluarga. Menurut pakar pendidikan  anak-anak Seto Mulyadi,  di dalam mendidik anak hendaknya orang tua harus men...

Kak Seto: Orang Tua Harus Bisa Menjadi Idola Anak-anaknya
Kak Seto (dok) 
BANDARLAMPUNG.
Teraslampung.com—
Pengidolaan orang tua oleh anak sangat penting dalam
pendidikan keluarga. Menurut pakar pendidikan  anak-anak Seto Mulyadi,  di dalam mendidik anak hendaknya orang tua
harus menjadi idola bagi anak-anaknya.
“Selain itu perkataan orang
tua ayah dan ibu yang  bangga kepada
mereka akan membuat mereka optimistis dalam menjalani hidup ini,” kata Kak Seto
(panggilan Seto Mulyadi) dalam seminar parenting yang diselenggarakan SDIT
Permata  Bunda  III di Balai Keratun, Sabtu (18/4).
Mnurut Kak Seto, orang tua
harus menjadi idola bagi anak-anaknya.  Perkataan
ayah dan  ibu bangga kepada anaknya  akan  membuat mereka  optimistis menjalani hidup. Dan jangan
membeda-bedakan anak yang satu dengan lainnya.
“Anak-anak  bukanlah  orang dewasa mini. Jangan mencomooh, menghina
karena  akan menggangu saraf otak mereka.
Mereka adalah peniru yang terbaik. Kalau ingin mereka belajar,  orang tua juga belajar. Mereka juga sangat
kreatif berikanalah suasana kreatif yang merangsang otak kanan sedangkan otak
kiri adalah logika,” katanya.
Kak Seto mengajak para orang
tua membiarkan anak-anak memiliki ide masing-masing. Ia mengingatkan para orang
tua bahwa IQ anak bukanlah segala-galanya. “Biasakan anak-anak hobi menjawabIQ bukanlah
 segala-galanya  tapi SQ dapat dikembangkan kecerdasan
spiritual , jadi kepintaran otak bukan segala-galanya.
Kak Seto berharap agar para
orang tua lebih memahami hak- hak perlindungan anak sesuai dengan  UU Perlindungan Anak yakni  UU nomor 35 /tahun 2014  dengan  hak – hak  untuk hidup, tumbuh kembang dan bermain. 
“Dalam
UU tersebut anak pada usia dibawah 18 tahun sesuai dengan  UU perlindungan anak. Jangan memaksakan kehendak
orang tua tentang cita- cita anaknya , misalnya  kamu harus jadi dokter, insiyur dan lainnya.
Biarkan mereka memilih dan  belajar harus
dengan kesenangan dan  kreatif,”
jelasnya.
Semenytara itu, Ketua Komite
Sekolah SDIT Permata Bunda III yang juga  merangkap ketua panitia Reto Srisaptono   mengatakan
 jumlah peserta seminar parenting sekitar
300 orang yang berasal dari SDIT Permata Bunda III , masyarakat  umum dan  Lembaga Pendidikan  dari Bandarlampung,  Kabupaten Lampung Selatan Kalianda, Kota Metro
dan Kabupaten Tulangbawang .
Meski seminar parenting
dengan tema “Mengembangkan kecerdasan dan kreativitas anak” ini baru sekali
untuk umum namun peserta yang mengikuti  seminar  cukup tinggi.
Menurut Reto seminar ini bertujuan
 untuk menambah wawasan , keilmuan,  warna dari kedua orang tua  dalam mendidik anak yang soleh dan solehan terutama
dari segi  agama.

Mas Alina