Rekonstruksi Ibu Aniaya Anak Kandung: Sutriah Pukul NR Hingga Korban Tersungkur
Zainal Asikin/Teraslampung.com Sutriah, ibu kandung penganiaya anak kandung, memeragakan cara dia menganiaya anaknya. BANDARLAMPUNG – Rekonstruksi penganiayaan bocah perempuan berinisial NR (11) yang dilakukan Sutriah (ibu kandung) dan...
Zainal Asikin/Teraslampung.com
| Sutriah, ibu kandung penganiaya anak kandung, memeragakan cara dia menganiaya anaknya. |
BANDARLAMPUNG – Rekonstruksi penganiayaan bocah perempuan berinisial NR (11) yang dilakukan Sutriah (ibu kandung) dan Eko Wuryanto (ayah tiri), tergambar dari salah satu adegan penganiayaan Sutriah memarahai NR saat duduk di kursi diruang tamu. Setelah dimarahi, lalu Sutriah memukul NR hingga NR jatuh tersungkur ke dilantai dengan posisi bersujud.
Selanjutnya, setelah NR dipukuli Sutriah pergi meninggalkan NR yang masih tersungkur di lantai ruang tamu. NR bocah perempuan malang berusia 11 tahun ini, menjadi korban penganiayaan kedua orangtuanya, Sutriah dan Eko Wuryanto sejak tahun 2014 silam.
Penganiayaan tersebut terbongkar, setelah NR berhasil kabur melarikan diri dari rumahnya. NR keluar melalui pintu belakang dan terjun ke jurang, lalu menyusuri sungai belakang rumahnya hingga sepanjang 500 meter.
Selanjutnya, NR ditemukan warga setempat di sebuah masjid saat sedang tertidur dibawah meja dalam kondisi lemah dan penuh luka lebam ditubuhnya. Warga kemudian membawa NR ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda untuk diberikan perawatan. Mendapat kabar kejadian tersebut, Sutinah kakak ibu korban melaporkan kejadian yang menimpa NR keponakannya ke Mapolsekta Tanjungkarang Barat.
Dari laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan. Akhirnya, polisi dapat menangkap pelaku penganiayaan NR yang dilakukan oleh kedua orangtuanya Sutriah (ibu kandung) dan Eko Wuryanto (ayah tiri).
Kedua tersangka ditangkap dilokasi berbeda, polisi pertama menangkap Sutriah di Kampung Kalibening, Talang Padang, Sabtu dinihari (28/2/2016) sekitar pukul 01.00 WIB. Selanjutnya pada pagi harinya, polisi menangkap Eko Wuryanto di Desa Gayam, Lampung Selatan sekitar pukul 05.00 WIB.

