Konvoi dan Corat-Coret Baju Masih Warnai Pengumuman Lulus SMA-SMK
TERASLAMPUNG.COM — Kebiasaan konvoi kendaraan di jalan raya dan mencorat-coret baju seragam putih – abu-abu usai pengumuman kelulusan bagi siswa SMA dan SMK masih terjadi di Lampung. Pada Rabu sore, 2 Mei 2018, misalnya, rombongan anak –...
TERASLAMPUNG.COM — Kebiasaan konvoi kendaraan di jalan raya dan mencorat-coret baju seragam putih – abu-abu usai pengumuman kelulusan bagi siswa SMA dan SMK masih terjadi di Lampung. Pada Rabu sore, 2 Mei 2018, misalnya, rombongan anak – anak berseragam putih abu – abu terlihat berkonvoi dengan sepeda motornya dan melintas di jalan dr. Soesilo Bandarlampung.
Baju dan rok/celana panjang mereka tampak berhiasakan coretan dengan piloks dan spidol. Saat berkonvoi, sebagian di antara mereka tidak menggunakan helm.
ua polisi lalu lintas yang berpatroli dengan motor, saat melihat para siswa SMA/SMK yang baru baru lulus berkonvoi dan tidak menggunakan helm langsung mengejar.
Tepat di depan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dua polisi berhasi menghentikan laju sepeda sebuah motor. Polisi menghentikan mereka karena yang membonceng tidak menggunakan helm.
Petugas menanyakan sim dan STNK motor, pengendara yang bernama Ali yang mengaku tinggal di panjang mengeluarkan surat – surat yang diminta.
Ketika petugas menanyakan kenapa yanh dibonceng tidak menggunakan helm. Ali, pelajar SMAN 6 Bandarlampung mengaku tidak mengenal wanita yang dia gonceng tersebut.
“Saya tidak kenal ama dia pak, kebetulan dia minta bonceng ya…saya saja,” ujar Ali.
Petugas lalu menasihati Ali. Polisi itu menegaskan bahwa Ali melanggar aturan dan jangan diulangi lagi.
“Baju kamu itu kalau tidak dicoret – coret kan bagus. Kalau diberikan kepada orang yang belum mampu akan lebih bermanfaat,” kata polisi itu.
Dandy Ibrahim





