Jangan Biarkan Kawasan Wisata Kuliner Kalianda Tertidur Pulas
Iwan J Sastra/Teraslampung.com Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan Ir. Sutono LAMPUNG SELATAN – Wisata Kuliner di lokasi Pusat Pendaratan Ikan (PPI) dermaga bom, Kalianda, Lampung Selatan, merupakan salah satu program unggulan Pemerin...
Iwan J Sastra/Teraslampung.com
| Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan Ir. Sutono |
LAMPUNG SELATAN – Wisata Kuliner di lokasi Pusat Pendaratan Ikan (PPI) dermaga bom, Kalianda, Lampung Selatan, merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Sayangnya, sampai berakhirnya masa jabatan Bupati Rycko Menoza (2010-2015), kawasan wisata kuliner Kalianda itu yang menggaung-gaung hanya namanya saja, tanpa ada bukti nyata yang katanya akan tersedia berbagai macam jajanan khas daerah setempat, khususnya makanan olahan hasil laut.
Terbukti, hingga kini kawasan wisata kuliner di PPI Dermaga Bom, Kalianda itu bagaikan sebuah lokasi hampa. Tak heran, jika malam hari kawasan tersebut dijadikan tempat oleh banyak orang, khususnya kaula muda untuk berkencan dengan pasangannya, maupun pesta minuman keras ataupun sejenisnya.
Kalau ditelaah secara terperinci, semua itu bukan atas kesalahan dari seorang pimpinan daerah. Betapa tidak, karena seorang pimpinan hanyalah sebagai motor penggerak untuk membangkitkan serta memacu semangat para bawahannya, khususnya satuan kerja (satker) terkait yang memang memiliki peranan di bidang pariwisata, kelautan, perdagangan dan ukm,
Satuan-satuan kerja tersebut, tentunya memiliki peranan penting untuk menghidupkan keberadaan kawasan Wisata Kuliner Kalianda yang saat ini hanya besar namanya saja tanpa ada apa-apa didalamnya.
Oleh karena itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lampung Selatan Ir. Sutono, MM meminta kepada para satuan kerja terkait dilingkup Pemkab Lamsel, mulai saat ini untuk bisa membuat terobosan baru dengan menciptakan berbagai inovasi yang berkaitan dengan wisata kuliner, agar kawasan kuliner Kalianda bisa hidup secara nyata tanpa ada kebohongan belaka.
“Misalnya dengan menyajikan makanan khas daerah Lampung, khususnya Kalianda yang bisa menarik minat wisatawan baik lokal maupun luar daerah, untuk datang berkunjung ke wisata kuliner Kalianda ini. Bila perlu hadirkan rumah makan terapung di lokasi ini (PPI Dermaga Bom Kalianda, red),” ujar Sutono, kepada Teraslampung.com, saat mengunjungi kawasan wisata kuliner Kalianda.
Sutono menyangkan, jika kawasan wisata kuliner Kalianda yang pembangunannya sudah menghabiskan dana APBD Lampung Selatan yang tidak sedikit itu, tidak dapat hidup dan terkelola denga baik.
“Sayangkan kalau dibiarkan kosong dan terbengkalai seperti ini. Coba hitung sudah berapa anggaran pemerintah daerah yang terserap untuk membangun kawasan ini. Maka dari itu, mulai sekarang pemerintah daerah meminta kepada dinas instansi terkait, agar bisa bersama-sama bangkit dan bergerak untuk fokus menghidupkan wisata kuliner Kalianda, dengan harapan di tahun 2016 kawasan ini (kuliner Kalianda, red) sudah terlihat ramai oleh pedagang dan pengunjung,” harapnya.
Intinya, lanjut Sutono, dinas/instansi terkait di lingkup Pemkab Lampung Selatan, bisa membantu Penjabat (Pj) Bupati Lamsel H. Kherlani, SE, MM, untuk memajukan wisata kuliner yang ada di lokasi PPI Dermaga Bom, Kalianda.
“Harapan pemerintah daerah, para dinas/instansi terkait memiliki pemikiran cemerlang untuk bisa menghidupkan kawasan wisata kuliner Kalianda ini, agar tidak menimbulkan cemoohan warga luar daerah yang merasa tertipu oleh tulisan ‘Wisata Kuliner Kalianda’ yang terpampang di pintu masuk dermaga bom Kalianda dan di lokasi wisata kuliner ini,” katanya





