Gara-Gara Acungkan Dua Jari Saat Selfie, Tiga Camat di Lamsel akan Dipanggil Panwaslu
Iwan J Sastra/Teraslampung.com Camat Jati Agung, Laila Soraya (no dua dari kiri), Camat Natar, Dulkahar (tengah), dan Camat Kalianda, Setiawansyah (paling kanan). Foto: Ist/Facebook LAMPUNG SELATAN – Ini masih terkait foto selfie usai...
Iwan J Sastra/Teraslampung.com
| Camat Jati Agung, Laila Soraya (no dua dari kiri), Camat Natar, Dulkahar (tengah), dan Camat Kalianda, Setiawansyah (paling kanan). Foto: Ist/Facebook |
LAMPUNG SELATAN – Ini masih terkait foto selfie usai acara Apel Akbar di Batam yang diikuti camat se-Indonesia dan dihadiri Mendari Tjahjo Kumolo, 18 September 2015 lalu Gara-gara selfie ria sambil mengacungkan dua jari tanda damai (peace), tiga camat di Kabupaten Lampung Selatan (Natar, Jatiagung, Kalianda) akan dipanggil Panwaslu Lampung Selatan. Mereka dinilai tidak netral dan memihak salah satu pasangan calon kepala daerah.
Ihwal dugaan ketidaknetralan tiga camat itu bermula saat foto selifie tiga camat itu di Batam dipublikasikan di media sosial Facebook. Karena merasa tidak bersalah, ketiga camat yang dituduh tak netral pun menyatakan siap memenuhi panggilan Panwaslu.
Menjelang Pilkada Lamsel 2015, salam dua jari merupakan simbol yang dipakai oleh salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) Lampung Selatan nomor urut 2 (dua) yakni H. Rycko Menoza SZP dan H. Eki Setyanto, SE.
“Kami siap memenuhi panggilan pihak panwaslu kabupaten untuk memberikan klarifikasi terkait foto itu (selfie angkat dua jari, red),” ujar Camat Jatiagung Laila Soraya, mewakili Camat Natar Dulkahar dan Camat Kalianda Setiawansyah, Senin (21/9).
Laila Soraya menjelaskan, foto selfie itu di ambil saat mereka (para camat, red) menghadiri acara gelar nasional persiapan camat sebagai pelaksana urusan pemerintahan umum di wilayah, dalam mensuksekan pilkada serentak Tahun 2015 di Batam Kepulauan Riau, pada tanggal 17-19 September 2015.
“Saat apel pagi, kami semua camat beramai-rami foto bersama dengan bemacam gaya yang diulang-ulang, dan salah satunya bergaya dengan mengacungkan dua jari yang artinya “peace” atau damai. Peace itukan simbol universal yang memiliki makna perdamaian dan persahabatan, dan secara kebetulan dalam acara tersebut saya bertemu dengan rekan se-angkatan saya,” jelasnya. (Baca: Pilkada Serentak, Mendari Keluarkan Tiga Intruksi).
Sementara itu Ketua Panwaslu Kabupaten Lampung Selatan Sahbudin mengatakan, pihaknya berencana akan memanggil ketiga camat tersebut pada hari Selasa (22/9), untuk meminta klarifikasi terkait foto selfie mereka yang mengacungkan dua jari atau salam perdamaian (peace, red).
“Ya kami akan panggil ketiga camat tersebut untuk dimintai klarifikasi terkait foto selfie mereka saat berada di Batam. Yang jelas masalah ini akan kami tindaklanjuti dan dipelajari bukti-buktinya, apakah ada atau tidaknya indikasi ketidaknetralan dalam foto itu,” katanya.
Berita Terkait: Camat Cantik Ini Bikin Para Jurnalis Kehilangan Fokus

