Diduga Keracunan Obat, Gadis Cantik Warga Kotabumi Meninggal Dunia
Feaby/Teraslampung.com Kediaman almarhumah Indah Nopriyanti, korban yang meninggal diduga akibat keracunan obat , di Gang Ampera, RT I/LK II, Kelurahan Tanjung Aman, Kotabumi Selatan, Lampung Utara. Kotabumi–Indah Nopriyanti (21),...
Feaby/Teraslampung.com
| Kediaman almarhumah Indah Nopriyanti, korban yang meninggal diduga akibat keracunan obat , di Gang Ampera, RT I/LK II, Kelurahan Tanjung Aman, Kotabumi Selatan, Lampung Utara. |
Kotabumi–Indah Nopriyanti (21), warga Gang Ampera, RT I/LK II, Kelurahan Tanjung Aman, Kotabumi Selatan, Lampung Utara meninggal akibat diduga keracunan obat, Senin (4/4) sekitar pukul 18:00 WIB. Gadis cantik itu meninggal setelah sekitar seminggu dirawat di RSUD Ryacudu dan RSU Abdoel Moeloek, karena tubuhnya melepuh usai berobat pada mantri kesehatan, Ri,
Dugaan keracunan obat yang menyebabkan dara cantik ini meninggal dunia setelah tubuh korban melepuh tak lama usai minum obat yang diberikan Ri , mantri kesehatan yang membuka praktik di rumahnya di Gang Sangkuriang, Kotabumi Selatan pada Minggu (27/3) pagi.
“Abis minum obat dari Mantri Ri, kondisi adik saya malah tambah ngedrop (memburuk,red). Mukanya malah ke luar bintik – bintik merah seperti terkena Demam Berdarah Dengue (DBD),” kata kakak korban, Erlanda (30), di rumah duka, Selasa (5/4) siang.
Melihat kondisi adiknya tambah memburuk, tutur Erlanda lagi, mereka lantas bergegas membawa adiknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu, Kotabumi pada hari itu juga. Saat dirawat hingga Senin (28/3) pagi, wajah dan tubuh adiknya telah terlihat melepuh.
“Sakit kak. Sakitnya kayak ditusuk jarum,” kata pria yang akrab disapa Angga ini, menirukan perkataan adiknya saat dirawat di RSUD Ryacudu.
Lalu pada Senin pagi, masih menurut Angga, pihak RSUD Ryacudu, Kotabumi merujuk adiknya ke RSU Abdul Muluk, Bandar Lampung karena telah tak sanggup merawat korban. Pihak RSUD juga mencurigai bahwa adik bungsunya alergi obat. Saat dirawat di RSUAM selama hampir sepekan sebelum meninggal, kondisi Indah terus memburuk. Sekujur tubuhnya melepuh dan menghitam. Di samping itu, adiknya terus menerus mengalami muntah.
“Hasil diagnosis dokter spesialis kulit dan penyakit dalam, adik saya divonis keracunan obat yang telah menyerang lambung dan ususnya. Selama dirawat di RSUAM, adik saya terus – terusan muntah,” kata dia.
Dengan mata yang sembap akibat berduka, Angga, kembali menceritakan, lantaran kondisi adiknya terus melemah akhirnya adiknya menghembuskan napas terakhirnya pada Senin (4/4) sekitar pukul 06:00 WIB.
Angga mengaku, pemakaman adiknya dilakukan pada hari itu juga. Angga juga menegaskan, pihak keluarga berencana melaporkan kejadian ini untuk mengusut tuntas dugaan keracunan obat yang diberikan oknum mantri kesehatan tersebut.
“Sekarang adik laki-laki saya sedang laporan ke Polres supaya dapat diusut tuntas kasus ini. Kami hanya ingin keadilan dan supaya peristiwa ini tak terulang lagi pada warga lainnya,” tegasnya dengan mata berkaca – kaca.
Hingga berita dirilis pada Selasa (5/4) pukul 10:00 WIB, baik Ri maupun pihak Polres belum berhasil dikonfirmasi terkait persoalan ini. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, kakak korban lainnya, Rama Sasmita (24) sedang dimintai keterangan oleh penyidik Polres guna kepentingan penyelidikan.

