Walhi : Kasus Kekerasan dan Kriminalisasi Pejuang Lingkungan Naik 54,4 persen

Bejo Dewangga , Direktur eksekutif WALHI Lampng  BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com—Dalam catatan WALHI sepanjang tahun 2012 terdapat 147 peristiwa kekerasan dan kriminalisasi terhadap pejuang lingkungan hidup dan agraria yang mengal...

Walhi : Kasus Kekerasan dan Kriminalisasi Pejuang Lingkungan Naik 54,4 persen
Bejo Dewangga , Direktur eksekutif WALHI Lampng 

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com—Dalam catatan WALHI sepanjang tahun 2012 terdapat 147 peristiwa kekerasan dan kriminalisasi terhadap pejuang lingkungan hidup dan agraria yang mengalami peningkatan di tahun 2013 mencapai 227 kasus atau  naik menjadi 54,4 persen

“Di Sumatera sepanjang tahun 2014 berdasarkan catatan KPA telah terjadi 159 kasus konflik terkait sektor sumber daya alam. Bahkan potensi ini akan meningkat jika perusahaan negara melakukan ekspansi menguasai Sumber Daya Alam  ( SDA)  atas nama pembangunan, ” kata Bejo Dewangga Direktur Eksekutif Walhi Lampung dalam acara Konpres Membangun Mekanisme Terhadap Pembela HAM dalam Memperjuangkan Lingkungan Hidup di Emersia , Senin (29/12) .

Khusus di Provinsi Lampung konfik yang mencuat adalah konflik SDA yang ada masyarakat dengan pemerintah berkaitan dengan hak kelola hutan yang mengalami ketimpangan terhadap pemberian izin kepada masyarakat dengan perusahaan.

Izin yang diperoleh masyarakat Lampung mencapai 47.000 hektar , sedangkan pada perusahaan mencapai 154.434 hektar untuk pertambangan , panas bumi dan perkebunan sawit.

Selain itu kedepan Provinsi Lampung masih akan mendapat tekanan yang cukup besar jika dilihat dari skema pembangunan nasional melalui Proyek MP3EI koridor pulau Sumatera yang dijadikan lumbung energi melalui eksploitasi panas bumi (gheotremal) dan sebagai sumber penghasil CPO kelapa sawit untuk tujuan eksport. (Lina)