Tangkal ISIS, LPBH dan NU Lampung Timur Gelar Dialog Publik

Dialog publik tentang pencegahan kriminalitas dan ISIS di kantor NU Lampung Timur, di Sukadana, Senin (30/3). SUKADANA, Teraslampung.com–Lembaga penyuluhan dan bantuan hukum (LPBH) Pengurus cabang Nahdlatul Ulama Lampung Timur (Lamtim...

Tangkal ISIS, LPBH dan NU Lampung Timur Gelar Dialog Publik
Dialog publik tentang pencegahan kriminalitas dan ISIS di kantor NU Lampung Timur, di Sukadana, Senin (30/3).
SUKADANA, Teraslampung.com–Lembaga penyuluhan dan bantuan
hukum (LPBH) Pengurus cabang Nahdlatul Ulama Lampung Timur (Lamtim), mengadakan
dialog publik membahas pencegahan kriminalitas dan ISIS, Senin (30/3). 
Acara yang digelar di Gedung NULampung Timur di Sukadana, menghadirkan narasumber
Kapolres Lamtim AKBP Juni Duarsah, Kepala Kesbanglinmas Amriadi, Danramil
Sukadana Fanziela, dan Ketua PC NU Imam Zuhdi Adnan.

Ketua
LPBH NU Lamtim, dalam pembukaan mengatakan dialog diadakan bertujuan membangun
sinergitas antar stakeholder agar Lamtim aman dari kriminalitas dan
teror.  Masyhuri menjelaskan, Lamtim dikenal sarang begal dan beberapa
kali terjadi konflik SARA, yang membuat investor enggan menanamkan
modalnya.  Dialog dihadiri oleh ormas dan LSM di Lamtim, pemda, dan tokoh
masyarakat.

Dalam
dialog, Kapolres Lampung Timur, mengatakan telah menginstruksikan jajarannya
bertindak tegas terhadap pelaku pencurian dengan kekerasan (begal) yang
meresahkan masyarakat.

Selain
tindakan tegas terhadap begal, Kapolres juga memerintahkan hal yang sama
terhadap pelaku penyerangan kampung.  Di awal tahun ini sudah dua
kali terjadi penyerbuan kampung oleh massa yang diakibatkan pelaku
pencurian yang dimassa.  Tindakan main hakim sendiri ini kemudian
bergeser menjadi penyerangan kampung yang diwarnai konflik suku.

AKBP
Juni Duarsah juga berharap, masyarakat tidak lagi mendukung para pelaku
begal di Lamtim.  Menurutnya pelaku begal terus beregenerasi di Lamtim
karena didukung masyarakat atau keluarga. 

“Ini bahaya kalau masyarakat malah bangga ada anggota
keluarganya yang menjadi begal,” ujar Kapolres.

Meski
demikian, Kapolres menolak jika dikatakan Kabupaten Lamtim tidak aman. 
Menurutnya  pelaku begal banyak beroperasi di luar Lamtim. “Selama
5 bulan saya menjabat, tindak kejahatan menurun 30%.” tambahnya. 

Kapolres juga berharap dukungan dari masyarakat dengan memberikan informasi jika mengetahui tindak kriminal
melalui SMS ke nomor hp-nya.  “Insya Allah, akan segera saya tindak
lanjuti, kirim
saja
ke nomor 082232321994,” katanya.

Sementara
itu narasumber lainnya, menyoroti masalah isu ISIS yang berpotensi
menyebar di Lamtim.  Menurut Danramil Sukadana, masyarakat harus
memberlakukan kembali wajib lapor 1×24 jam terhadap pendatang.
“Ketua RT/RW atau kepala desa harus proaktif mendeteksi dini
jika ada pendatang yang gerak-geriknya mencurigakan,” ujarnya. 
Menurut Fanziela, modus yang dilakukan ISIS untuk
merekrut anggota antara lain dengan menjanjikan gaji besar dan umroh
gratis.

Sedangkan
ketua NU Lamtim, Imam Zuhdi mengatakan, ISIS bukanlah gambaran Islam.  menurutnya Islam yang dibawa
Rasulullah mengembangkan darussalam atau keselamatan bagi pengikutnya,
bukan membentuk negara Islam.

“Jika tujuannya membentuk negara Islam dengan melakukan kekerasan, itu sudah melenceng dari ajaran rasul,”
kata Imam.

Imam  Zuhdi berharap para ulama untuk mensosialisasikan
masalah ini agar masyarakat tidak menjadi pengikut ISIS.
Mashuri Abdullah