Tak Kunjung Melantik Sekda Definitif, Pemkab Lampung Utara Terlihat tidak Serius

Tak Kunjung Melantik Sekda Definitif, Pemkab Lampung Utara Terlihat tidak Serius
Kantor Bupati Lampung Utara (Foto: teraslampung.com/Feaby Handana

Teraslampung.com, Kotabumi--Pemkab Lampung Utara sepertinya tidak terlalu serius dalam urusan sekretaris daerah kabupaten (Sekdakab) definitif. Indikasinya, dua rekomendasi yang diperlukan telah lama mereka kantongi, namun hingga kini pelantikan itu belum dilakukan.

"Rekomendasi BKN (Badan Kepegawaian Negara) sudah lama turun. Rekomendasi gubernur sudah turun beberapa waktu lalu," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian dan Pembinaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lampung Utara, Hendri Dunant, Kamis (29/1/2026).

Keberadaan kedua rekomendasi tersebut sangatlah penting dalam pelantikan sekretaris daerah. Tanpa rekomendasi itu maka pelantikan sekretaris daerah terpilih tidak dapat dilakukan. Kedua rekomendasi itu telah lama diterima oleh pemkab.

"Rekomendasi dari gubernur sudah turun beberapa minggu lalu," jelasnya.

Ia menuturkan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan teknis yang dibutuhkan untuk pelantikan tersebut. Meskipun begitu, ia tak mau menjelaskan teknis-teknis apa saja yang dimaksudnya tersebut.

"Untuk waktu (pelantikan) diharapkan segera. Kami sedang mempersiapkan secara teknis, semoga tidak ada kendala," kata dia.

Pendaftaran seleksi terbuka jabatan Sekdakab Lampung Utara dimulai pada 16-30 Oktober 2025. Seleksi terbuka untuk jabatan ini berbarengan dengam seleksi tiga Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) lainnya. Ketiga JPTP itu adalah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. 

Dalam perjalanannya, dari kempat JPTP itu, jabatan Kepala BPKA yang tidak dapat dilanjutkan ke tahapan selanjutnya karena hanya menyisakan dua peserta. Khusus untuk jabatan Sekdakab, panitia seleksi telah menghasilkan tiga nama.

Dalam hasil akhir seleksi terbuka jabatan Sekda tersebut, Desyadi menempati urutan pertama. Peringkat itu diraih Desyadi karena meraih nilai tertinggi dari dua peserta lainnya. Urutan kedua ditempati oleh Intji Indriati. Adapun Mirza Irawan Dwi Atmaja menempati urutan terakhir. 

Feaby Handana