Dinas SDABMBK Lampung Utara Mulai Garap Proyek Gagal Lelang Tahun 2025
Teraslampung.com, Kotabumi--Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Lampung Utara mulai 'menggarap' ke-24 paket proyek infrastruktur yang gagal lelang pada tahun lalu. Permohonan lelang untuk ke-24 paket tersebut telah disampaikan kepada pihak terkait.
"Permohonan untuk lelang ke-24 sudah kami ajukan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa pada Selasa lalu," kata Kepala Bidang Bina Marga SDABMBK Lampung Utara, Rio Alaska, Jumat (9/1/2026).
Meski begitu, jalan agar proyek untuk dapat dilaksanakan masih cukup panjang. Masih banyak proses administrasi yang harus dilalui. Namun, ia memperkirakan, penandatanganan kontrak kerja untuk ke-24 paket proyek tersebut paling lambat akan dilakukan sekitar pekan ketiga Maret 2026.
"Paling cepat tanda tangan kontraknya di awal bulan Maret," jelasnya.
Rio juga mengatakan, ke-24 paket proyek yang akan mereka lelang itu masih tetap sama dengan tahun lalu. Pun demikian dengan nilai yang masih tetap sama, yakni Rp27 miliar.
"Sama. Enggak ada yang berubah," kata dia lagi.
Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Lampung Utara, Chandra Setiawan membenarkan bahwa telah menerima permintaan lelang untuk ke-24 paket proyek yang gagal lelang pada tahun 2025 lalu. Namun, permohonan untuk telah mereka kembalikan karena masih banyak kelengkapan berkas yang kurang lengkap.
"Sampai sekarang, mereka belum mengajukannya kembali," terangnya.
Pada akhir November 2025, publik Lampung Utara dikejutkan dengan kabar batalnya lelang puluhan paket proyek infrastruktur senilai Rp27 miliar. Padahal, mereka telah lama mendambakan adanya perbaikan atau pembangunan infrastruktur yang kebanyakan kondisinya rusak parah.
Besarnya dampak negatif dari batalnya lelang ke-24 paket proyek itu jugalah yang membuat pihak Komisi III DPRD Lampung Utara memanggil Dinas SDABMBK. Hasilnya diketahui bahwa penyebab ke-24 paket tersebut gagal lelang dikarenakan terkendala waktu dan administrasi. Ke-24 paket itu sendiri terdiri dari 21 paket proyek perbaikan jalan, dan 3 paket proyek pembangunan jembatan.
Feaby Handana



