Lagi, Pemkab Lampung Utara Dikadali Soal Alat X-Ray RSUD Ryacudu 

Lagi, Pemkab Lampung Utara Dikadali Soal Alat X-Ray RSUD Ryacudu 

Teraslampung.com, Kotabumi--Untuk kali kedua, manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUDR) diduga kembali 'dikadali' oleh TS, bawahannya sendiri. Sebab, alat X-Ray mobile yang dikembalikan oleh TS santer dikabarkan bukanlah milik pemkab.

Persoalan alat X-Ray RSUDR ini sempat viral pada medio Juni 2025. Mencuatnya persoalan ini berawal dari kecurigaan mantan Direktur RSUDR kala itu, Aida Fitriah Subhandi dikarenakan lambannya pengurusan perpanjangan izin alat X-Ray di Badan Pengawas Tenaga Nuklir RI (Bapeten). 

Belakangan diketahui, alat tersebut ternyata sempat dibawa ke luar oleh bawahannya yang berinisial TS dengan dalih untuk diperbaiki. Belakangan diketahui bahwa nomor seri alat X-Ray mereka tak lagi sama dengan sebelumnya.

Singkat cerita, alat kesehatan yang dibeli dengan harga Rp750-an juta pada tahun 2013 lalu akhirnya dikembalikan oleh TS pada Agustus 2025. Menariknya, pihak manajemen RSUDR mengklaim bahwa alat itu memanglah kepunyaan mereka usai memeriksa nomor seri yang ada.

"Ketidakaslian alat X-Ray itu sempat dibahas oleh pemkab belum lama ini," kata sumber terpercaya Teraslampung.com, Senin (2/2/2026).

Terkuaknya ketidakaslian alat itu disebut-sebut berkat kejelian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Lampung saat memeriksa alat tersebut. Menyikapi temuan itu, pihak BPK dikabarkan telah menginstrusikan pihak Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) untuk memeriksa TS. Dengan demikian, alat X-Ray itu dapat kembali kepada pemkab.

Sayangnya, baik Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, Maya Natalia Manan, maupun Pelaksana Tugas Direktur RSUDR Kotabumi, Cholif Paku Alamsyah tak membantah ataupun membenarkan kebenaran kabar tersebut. Keduanya kompak menjawab bahwa persoalan ini sedang ditangani oleh APIP.

"(Apakah alat itu milik pemkab atau tidak) Lagi diverifikasi oleh inspektorat," jelas Maya Natalia Manan.

Hal senada juga disampaikan Pelaksana Tugas Direktur RSUDR Kotabumi, Cholif Paku Alamsyah. Menurutnya, hal itu sedang ditangani oleh pihak inspektorat.

"Lagi ditangani oleh inspektorat. Saya belum bisa komentar," kata dia.

Feaby Handana