Reshufle Kabinet: 4 Menteri Kabinet Kerja Diganti, 2 Menteri Pindah Posisi
Para menteri dan Sekretaris Kabinet yang baru saat dilantik oleh Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8). Foto:Istimewa/Sekretariat Kabinet JAKARTA, Teraslampung.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pergantian...
| Para menteri dan Sekretaris Kabinet yang baru saat dilantik oleh Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8). Foto:Istimewa/Sekretariat Kabinet |
JAKARTA, Teraslampung.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pergantian dan pergeseran menteri Kabinet Kerja dan pejabat setingkat menteri, dan langsung melantiknya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8) siang.
Para menteri yang diganti itu adalah Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.
Selanjutnya para menteri dan pejabat setingkat menteri yang dilantik Presiden Jokowi adalah: 1. Menko Perekonomian: Darmin Nasution;2. Menko Polhukam: Luhut B. Pandjaitan; 3. Menko Kemaritiman Rizal Ramli; 4. Sekretaris Kabinet: Pramono Anung; 5. Menteri Perdagangan: Thomas Lembong; dan 6. Menteri PPN/Kepala Bappenas: Sofyan Djalil.
Pergantian dan pelantikan menteri Kabinet Kerja itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 79/P/2015, sedangkan pelantikan dan pergantian Sekretaris Kabinet tertuang dalam Keppres Nomor 80/P/2015.
Pelantikan para menteri dan pejabat setingkat menteri itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua DPR Setya Novanto, Ketua DPD Irman Gusman, para pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Kerja.
Usai dilantik menggantikan Andi Widjajanto mengatakan, Pramono Anung mengatakan tugas utamanya sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) adalah membantu Presiden menangani manajerial kesekretariatan Presiden dan Sekretariat Kabinet.
“Maka tugas yang paling utama adalah memperbaiki beberapa hal yang berkaitan dengan itu.
Saya melihat banyak hal yang telah dilakukan Presiden dengan luar biasa, dan Wapres juga begitu, tetapi kan masyarakat tidak semuanya bisa memahami. Jadi saya akan menjabarkan itu dengan lebih baik, dan juga yang paling penting adalah berkomunikasi secara lebih terbuka dengan kawan-kawan sekalian,” kata Pramono Anung.
Pramono mengatakan, dengan intensitas Presiden yang tinggi, maka persoalan yang berkaitan dengan kabinet itu perlu disinkronkan, sehingga dari segi waktu, administrasi kepresidenan, kemudian apa yang menjadi keinginan Presiden, maka pihaknya akan membuat sebagai pembantu presiden ini bisa menjadi lebih baik.
Mengenai pesan khusus, Pramono mengatakan, Presiden Jokowi menginginkan komunikasi dengan luar, termasuk dengan lembaga tinggi negara, kemudian dengan partai-partai politik itu bisa dilakukan lebih intensif.
Terkait penunjukan dirinya sebagai Seskab, Pramono mengaku sebenarnya dari jauh-jauh hari Presiden Jokowi sudah memintanya. Kemudian secara formal 3 (tiga) minggu lalu, ia ditelepon Presiden yang menanyakan kesediaannya.
“Karena saya menjadi anggota partai, harus ada ketertiban, harus ada aturan main, maka saya minta izin lebih dahulu kepada Ketua Umum, alhamdulillah beliau mengijinkan,” ungkap Pramono .





