Tersangka Pembunuhan Anak Buah Orang Penting di Waykanan, Keluarga Korban Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Ilustrasi TERASLAMPUNG.COM — Keluarga Alexander Nainggolan (23) korban pembunuhan dengan tersangka Toni di Dusun 2 Pasar Minggu, Kampung Bumi Ratu, Kabupaten Waykanan, 5 September 2015 lalu meminta aparat penegak hukum tegas dalam memp...

Tersangka Pembunuhan Anak Buah Orang Penting di Waykanan, Keluarga Korban Minta Proses Hukum Tetap Berjalan
Ilustrasi

TERASLAMPUNG.COM — Keluarga Alexander Nainggolan (23) korban pembunuhan dengan tersangka Toni di Dusun 2 Pasar Minggu, Kampung Bumi Ratu, Kabupaten Waykanan, 5 September 2015 lalu meminta aparat penegak hukum tegas dalam memproses hukum  pelaku.

“Kami khawatir kasus ini akan mandek karena pelaku adalah anak buah orang penting di Waykanan,” kata Sahat Parlindungan Nainggolan, kakak korban, kepada Teraslampung.com , Senin (21/9/2015).
Sahat khawatir kasus ini lenyap begitu saja karena meskipun pelaku sudah ditahan, tetapi tak ada satu pun media lokal yang memberitakannya. Menurut Sahat, pelaku adalah anak buah Kalbadi, salah satu orang penting di Waykanan.
“Saya tidak ingin kasus ini berhenti karena ada unsur politik,” katanya.

Sahat mengaku, pada saat kejadian (5 September 2015) sebenarnya tidak ada kaitan antara korban dengan pelaku. Makanya, ia

“Kami sangat menyesalkan karena keributan yang terjadi di rumah kami sebenarnya urusan keluarga. Kalau pun pelaku ingin membantu menghentikan kegaduhan, seharusnya tidak dengan menujah adik kami hingga meninggal,” kata Sahat.

Sahat menuturkan, pembunuhan terhadap Alex bermula saat korban ribut dengan keluarganya karena memaksa pergi ke rumah pamannya di Kotabumi, Lampung Utara. Saat tetangganya berusaha melerai, korban justru menyerang tetangganya sehingga Sahat berusaha menahannya.

“Ketika saya keluar dari rumah, di depan halaman saya lihat korban dalam posisi angkat tangan dan merunduk, sementara pelaku sudah mengayunkan senjata tajam. Saya teriak ‘ jangan! Itu adik saya!’, tetapi pelaku tetap menujahkan senjatanya ke punggung korban. Adik saya meninggal setengah jam kemudian di RSUD ZA Pagar Alam Waykanan,” kata Sahat.

Oyos Saroso HN