LO Herman HN Minta Tiga Mahasiswa Pencopot Spanduk APK Disanksi Tegas
TERASLAMPUNG.COM– Narahubung (liason officer/LO) pasangan Calon Walikota Bandarlampung Herman HN-Yusuf Kohar, Rakhmat Husein Duta Cane, meminta tiga mahasiswa Universitas Lampung yang tertangkap tangan mencopot alat peraga kampanye (APK) diberi...
TERASLAMPUNG.COM– Narahubung (liason officer/LO) pasangan Calon Walikota Bandarlampung Herman HN-Yusuf Kohar, Rakhmat Husein Duta Cane, meminta tiga mahasiswa Universitas Lampung yang tertangkap tangan mencopot alat peraga kampanye (APK) diberi sanksi tegas.
Husein menegaskan, pihaknya menuntut polisi dan Panwaslu mengusut tuntas kasus tersebut. “(Pencopotan spanduk) itu cara kotor.Pelakunya harus menerima sanksi tegas. Harus diusut siapa dalang di balik pencopotan spanduk tersebut,” kata Husein, Sabtu (3/10), menanggapi tertangkapnya tiga mahasiswa FISIP Universitas Lampung yang ditangkap warga karena mencopot sejumlah spanduk calon Walikota Bandarlampung, Sabtu dini hari.
Tiga mahasiswa Fisip Universitas Lampung (Unila) diamankan polisi dan Panwaslu Bandarlampung karena tertangkap basah mencopot spanduk alat peraga kampanye (APK) calon Walikota Bandarlampung Herman HN-Yusuf Kohar dan Muhammad Yunus-Ahmad Muslim. Mereka ditangkap warga pada Sabtu dini hari (3/10) sekitar pukul 02.00 WIB di depan Mal Milenium, Natar, Lampung Selatan.
Ketiganya yakni, TI, DN, dan NW. Ketiga mahasiswa ini ditangkap di depan Mal Milenium, Natar, Sabtu (3/10) sekitar pukul 02.00 WIB oleh warga setempat.
Anggota Panwaslu Bandarlampung Nur Rakhman Yusuf mengatakan, ketiga mahasiswa itu — TI, DN, dan BW–mengaku mencopot spanduk alat peraga kampanye untuk alas tidur.
“Mereka sedang ikut acara keakraban jurusan. Mereka mengaku spanduk itu akan dipakai sebagai alas tidur,” kata Nur Rakhman Yusuf, Sabtu (3/10).
Menurut Rakhman, ketiga mahasiswa ditangkap penduduk karena kepergok para petugas ronda . Saat warga sedang mengejar pencuri, para warga melihat mobil Avanza warna hitam berputar-putar di tempat itu. Lantaran curiga, warga pun meminta mobil tersebut berhenti.
“Ketika diperiksa, ada spanduk paslon Rycko – Eki serta sejumlah spanduk paslon pilkada Bandarlampung. Warga pun kemudian melaporkan mereka ke polisi,” kata Rakhman.
Kepada Panwas dan petugas kepolisian, para mahasiswa itu mengaku bahwa spanduk Muhammad Yunus-Ahmad Muslim dan Herman HN-Yusuf Kohar diambil ketiga pelaku di Jalan ZA Pagar Alam, tepatnya di depan lampu merah pertigaaan Jalan Pramuka Bandarlampung.

