Kenapa Politikus PKS Fahri Hamzah ada dalam Pertemuan Rekonsialiasi Ketua BEM-Rektor UNJ?

Kampus UNJ (dok) JAKARTA, Teraslampung.com –– Kabar pemecatan Ketua BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ronny Setiawan, sebagah mahasiswa UNJ dalam tiga hari terakhir menghebohkan dunia maya. Terakhir, pada Rabu (6/1/2016) Rekt...

Kenapa Politikus PKS Fahri Hamzah ada dalam Pertemuan Rekonsialiasi Ketua BEM-Rektor UNJ?
Kampus UNJ (dok)

JAKARTA, Teraslampung.com –– Kabar pemecatan Ketua BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ronny Setiawan, sebagah mahasiswa UNJ dalam tiga hari terakhir menghebohkan dunia maya. Terakhir, pada Rabu (6/1/2016) Rektor UNJ Prof.Dr. Djaali sepakat untuk membatalkan surat keputusan yang sudah ditandatangani pada 4 Januari 2016 lalu.

Setelah Ronny Setiawan dipulihkan kembali statusnya sebagai mahasiswa UNJ, di sejumlah media online beredar berita yang simpang siur. Antara lain soal kesepakatan Rektor UNJ dengan Ronny yang dikabarkan sepihak karena hanya Ronny yang tanda tangan di atas materai. Selain itu beredar juga informasi bahwa kesepakatan itu terjadi karena Rektor UNJ dilobi oleh politikus PKS, Fahri Hamzah.

Informasi kedua beredar karena politikus PKS itu memang rajin berkicau tentang pemecatan Ronny Setiawan sebagai mahasiswa UNJ.

Yang lumayan mengejutkan, beredar juga kabar bahwa pembatalan pemecatan Ronny karena keberhasilan Fahri Hamzah melakukan advokasi. Mana yang benar? BEM UNJ, beberapa jam lalu,memberikan jawaban terkait simpang siur informasi tersebut.

Lewat Kepala Departemen Sosial Politik BEM UNJ. Syahril Sidik, dijelaskan bahwa Fahri Hamzah memang datang dalam pertemuan antara pihak Ronny Setiawan dengan Rektor UNJ. Namun, kata Syahril, pihaknya tidak tahu soal kedatangan Fahri.

“Belakangan kami baru mengetahui bahwa anggota dewan tersebut merupakan mahasisws S3 UNJ dan hadir atas undangan Rektor UNJ,” kata Syahril, Kamis (7/1).

Berikut ini penjelasan lengkap Syahril Sidik terkait rekonsialiasi Ronny Setiawan dengan Rektor UNJ:

“Saya, Syahril Sidik sebagai pihak BEM UNJ yg mendampingi saudara Ronny Setiawan dalam proses rekonsiliasi dengan Rektor UNJ akan memberikan penjelasan untuk isu simpang siur yg beredar.


    Pertama perihal poin 1 dlm kesepakatan tersebut, BEM UNJ dalam hal ini tidak menyatakan permohonan maaf dan tidak mengiyakan bahwa BEM UNJ bersalah terlibat dalam aktivitas mencemarkan nama baik atau menyebarkan fitnah, karena rilis resmi yg dikeluarkan akun resmi BEM UNJ senantiasa berbasis data.
    Mengenai kata menarik dan meralat dalam poin itu dimaksudkan sebagai upaya BEM UNJ untuk melindungi dan menjamin 17 orang rekan mahasiswa UNJ yg diduga telah melakukan pelanggaran dalam pernyataan tertulisnya di media sosial.


    Sehingga dalam hal ini BEM UNJ menjamin mereka tetap aman dan tidak diberkan sanksi apapun.
    Oleh karena itu BEM UNJ mengimbau kepada seluruh mahasiswa UNJ untuk bijak dalam menggunakan hak menyampaikan pendapat, agar TUNAS Mahasiswa UNJ yang kita perjuangkan dapat terealisasi secepatnya.


Terdapat dua surat kesepakatan. Satu surat dibubuhi materai ditandatangani rektor, dan satu surat lagi dibubuhi materai di tandatangani oleh Ronny. Jadi tidak ada istilah kesepakatan sepihak, hanya saja screenshoot yg beredar hanya pada surat yg dibubuhi materai pd ttd ronny.


Mengenai keterlibatan anggota DPR yang merupakan pihak dari fraksi PKS dalam hal ini, kehadiran beliau tidak diketahui oleh kami sebagai pihak yang diundang IKA UNJ maupun IKA UNJ itu sendiri untuk melakukan proses rekonsiliasi. Belakangan kami baru mengetahui bahwa anggota dewan tersebut merupakan mahasisws S3 UNJ dan hadir atas undangan Rektor UNJ.


Maka saya yg hadir dalam agenda itu menyatakan menolak bahwa ada pihak partai yang memediasi, karena kami hadir atas undangan dan kesepakatan dengan IKA UNJ.


Saya pribadi sangat menyayangkan bila ada tokoh maupun parpol yg melakukan klaim berhasil memediasi. Karena ini adalah murni hasil perjuangan seluruh rekan mahasiswa yg konsisten bahu membahu berjuang.


Tidak ada kata usai dalam perjuangan ini, kami akan terus mengawal seluruh mahasiswa yg dituduh melakukan pelanggaran selain Ronny Setiawan, tidak boleh ada lagi tindakan sewenang2 terhadap mahasiswa.


Kita akan kembali ke perjuangan awal yaitu TUNAS mahasiswa UNJ yang harus terealisasi untuk kepentingan seluruh Mahasiswa UNJ.
Tertanda,


Syahril Sidik


Ka Dept Sosial Politik BEM UNJ