Ini Kronologi Pejabat Pemprov Lampung Memukul Pegawai Garuda Indonesia
Zainal Asikin/Teraslampung.com BANDARLAMPUNG – Aksi sok jagoan dan arogansi dipertontonkan seorang oknum pejabat Pemerintah Provinsi Lampung berinisial ADj. Pejabat teras Pemprov Lampung itu diduga melakukan pemukulan terhadap salah seorang p...
Zainal Asikin/Teraslampung.com
BANDARLAMPUNG – Aksi sok jagoan dan arogansi dipertontonkan seorang oknum pejabat Pemerintah Provinsi Lampung berinisial ADj. Pejabat teras Pemprov Lampung itu diduga melakukan pemukulan terhadap salah seorang pegawai staf Garuda Indonesia, Istahul Umam (23), pada Sabtu (16/4/2016) lalu sekitar pukul 10.50 WIB di Bandar Raden Inten II, Natar, Lampung Selatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Teraslampung.com, kejadian pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat Provinsi Lampung berinisal AJ terhadap pegawai Garuda Indonesia Istahul Umam.
Kejadian tersebut berawal ketika pejabat penting Pemprov Lampung itu akan check-in di Bandara Radin Inten II yang akan melakukan penerbangan menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA073 tujuan Lampung-Jakarta yang akan berangkat pada Sabtu (16/4/2016) sekitar pukul 10.50 WIB.
Kemudian saat oknum pejabat Provisni Lampung akan check-in, tidak menggunakan jalur khusus sky priority. Oknum pejabat itu, justru menggunakan jalur umum. Saat diingatkan oleh pegawai Garuda, oknum pejabat Pemprov itu tidak terima sehingga terjadi cek-cok di antara keduanya.
Hingga akhirnya, terjadi pemukulan yang diduga dilakukan oleh pejabat tinggi di Pemprov terhadap pegawai Garuda bernama Istahul Umam (23).
Kapolsek Natar, Lampung Selatan Kompol Listiyono Dwi Nugroho saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengaduan dari pihak pegawai Garuda.
Listiyono mengaku pihaknya menerima adanya keributan di Bandara Raden Intan II. Korban sudah melaporkan kejadian pemukulan tersebut, ke Mapolsek Natar, pada Sabtu sore (16/4/2016) sekitar pukul 14.00 WIB.
“Iya kami sudah terima laporan pegawai Garuda, yang diduga menjadi korban pemukulan. Korban sudah melakukan visum,”kata Listiyono, Minggu (17/4/2016).
Kompol Listiyono mengaku, pihaknya belum bisa menjelaskan secara rinci, siapa oknum pejabat Provinsi yang diduga melakukan pemukulan sehingga dilaporkan oleh pegawai Garuda tersebut.
“Informasinya Sabtu kemarin (16/4) ada ribut-ribut di Bandara Radin Inten II. Tetapi kabar yang saya dapatkan menyebutkan keduanya sudah dimediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan,”ujarnya.
Menurut Listiyono, terkait proses hukum terhadap kasus tersebut, meski sudah dilakuakan mediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan, pihaknya akan berikap profesional.
“Semuanya tinggal bagaimana dengan pelapor (korban). Jika memang korban tidak mencabut laporannya, maka proses hukum akan tetap dilanjutkan,” katanya.
“Informasi yang kami dapatkan, keduanya sudah ada kesepakatan damai. Namun kami belum menerima salinan surat dari perdamaian itu dan pelapor belum mencabut laporannya. Jika memang sudah ada perdamaian, pelapor (korban) harus memberikan surat perdamaiannya kepada kami,”imbuhnaya.

