Forkompimda Lampung Timur Gelar Rakor Antisipasi untuk ISIS

Rakor Forkompimda Lampung Timur untuk mengantisipasi gerakan ISIS, di Aula Kantor Kemenag Lamtim di Sukadana, Selasa (7/4). SUKADANA, Teraslampung.com — Jajaran Forkopimda Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), mengadakan rapat koordinasi l...

Forkompimda Lampung Timur Gelar Rakor Antisipasi untuk ISIS
Rakor Forkompimda Lampung Timur untuk mengantisipasi gerakan ISIS, di Aula Kantor Kemenag Lamtim di Sukadana, Selasa (7/4).

SUKADANA, Teraslampung.com — Jajaran Forkopimda Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), mengadakan rapat koordinasi lintas sektoral untuk mencegah perkembangan gerakan ISIS di Lampung Timur,  Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamtim, di Sukadana, Selasa (7/4).
Hadir sebagai narasumber kepala Kemenag Lamtim H.Tantowi, Kapolres AKBP Juni Duarsah, Kejari Sukadana Hartawi SH, Danramil Sukadana, Ketua PN Sukadana, dan Kepala Kantor Kesbanglinmas, Amriadi.

Kepala Kemenag mengatakan, rakor digelar sebagai  langkah koordinasi berbagai pihak untuk pencegahan berkembangnya ISIS dan radikalisme yang mengatasnamakan agama di Lamtim.

“Kita berharap  paham ISIS tidak berkembang di Lamtim,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kesbanglinmas, Amriadi mengatakan, jajaran Pemkab Lamtim juga sudah diminta mengantisipasi gerakan ISIS.  Menurut Amriadi, camat dan kepala desa juga sudah diinstruksikan untuk mewaspadai keberadaan ISIS.

Dalam kesempatan yang sama Kapolres Lamtim meminta masyarakat mewaspadai motivasi ekonomi untuk bergabung dengan ISIS.  “Hati-hati dengan modus umroh gratis, dan janji gaji besar jika bergabung ISIS,, kata Kapolres.

“Harus terus-menerus sosialisasi kepada masyarakat, agar paham ini tidak diterima masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Kajari Sukadana, Hartawi SH, menegaskan peran kejaksaan yakni pengawasan terhadap seluruh aliran kepercayaan.   Hanya saja Kajari mengakui tim pakem, yang bertugas mengawasi aliran kepercayaan di Lamtim, belum terbentuk.

Kajari menambahkan langkah kejaksaan mencegah paham radikal antara lain dengan tindakan preventif yakni penyuluhan dan penerangan hukum, pendekatan keagamaan, dan kerjasama lintas sektoral.

Di akhir acara dilakukan deklarasi penolakan ISIS oleh pemerintah dan  elemen masyarakat di Lamtim.

Mashuri