Flu Burung dan Rabies Masih Jadi Penyakit Endemis di Lampung

Drs. Adeham,M.Pd. BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com—Asistem Bidang Ekbang Setda Provinsi Lampung Drs.Adeham,M.Pd  mengatakan, penyakit flu burung (Avian Influenza) dan Rabies saat ini masih menjadi penyakit endemis di Provinsi Lampung da...

Flu Burung dan Rabies Masih Jadi Penyakit Endemis di Lampung
 Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Pemprov Lampung, Adeham
Drs. Adeham,M.Pd.
BANDARLAMPUNG,
Teraslampung.com—
Asistem Bidang Ekbang Setda Provinsi Lampung Drs.Adeham,M.Pd  mengatakan, penyakit flu burung (Avian
Influenza) dan Rabies saat ini masih menjadi penyakit endemis di Provinsi
Lampung dan sebagian besar Provinsi di Indonesia. Penanganannya, kata Adeham,
mensyaratkan adanya keterpaduan antarsemua stakeholder.
“Dalam 11 tahun terakhir
terdaoat 173 kasus positif rabies pada hewan penular rabies serta menyebabkan
45 orang meninggal. Sedangkan kasus penyakit flu burung selama enam tahun
terakhir telah menyebabkan kematian unggas sebanyak 989.794 ekor ,”kata Adeham  ketika membuka Rapat Koordinasi Komisi
Provinsi Pengendalian Zoonosis di Provinsi Lampung, di Ruang Abung Balai
Keratun, Kamis (9/4).
Menurut Adeham, berbagai
upaya pengendalian penyakit zoonosis seperti rabies telah dilakukan Pemprov
Lampung. Di antaranya dengan mengeluarkan Instruksi Gubernur Lampung nomor 3
tahun 2013  tentang Gerakan Pembebasan
Rabies di Provinsi Lampung. Instruksi tersebut meminta kepada para Bupati/
Walikota se Provinsi Lampung untuk melaksanakan Gerakan Pemberantasan Penyakit
Rabies secara rutin dan serentak tiap tahun pada bulan September dengan
melaksanakan vaksinasi massal Rabies terhadap Hewan Penular Rabies (HPR)
dan  membentuk Tim Unit Reaksi Cepat
untuk operasional pengendalian penyakit Zoonosis.
           

“Selain itu kami telah
mengusulkan pembebasan Pulau Pisang 
(Kabupaten Pesisir Barat) dan Pulau Tabuan (Kabupaten Tanggamus) dari
penyakit Rabies di tahun 2015 serta pembebasan penyakit Hog Cholera pada babi,”katanya.
Acara tersebut dihadiri oleh Drh. Abdul Karnain dan Drh.M. Azhar dari Direktorat Kesehatan Masyarakat dan Veteriner Kementerian Pertanian RI serta Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Lampung Desi Desmaniar Romas.