Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Setelah Tersedak Biji Kelengkeng dalam Paket MBG

Sep 22, 2026 - 21:43
0 15
Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Setelah Tersedak Biji Kelengkeng dalam Paket MBG
Ilustrasi

Teraslampung.com, Lampung Tengah — Reyhan Arisyah Putra (9), siswa kelas III SD Negeri 03 Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, meninggal dunia setelah tersedak biji kelengkeng saat berada di lingkungan sekolah, Selasa, 22 September 2026.

Kelengkeng tersebut merupakan buah yang terdapat dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Kampung Poncowarno, Heri Eliyanto, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, sekolah tengah menggelar kegiatan ekstrakurikuler dan para siswa mendapat makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 1 Dapur 1 Poncowarno.

Menurut Heri, dalam paket makanan tersebut terdapat buah kelengkeng. Guru pendamping telah mengingatkan para siswa agar makanan dikonsumsi setelah kegiatan. Namun, sejumlah siswa tetap memakan kelengkeng sambil bermain.

"Korban memakan kelengkeng tersebut sambil berlari-larian dan bermain bersama kawan-kawannya, hingga akhirnya tersedak bijinya," kata Heri saat ditemui di lokasi sekolah.

Rekan-rekan korban kemudian memberi tahu guru. Para guru langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Kalirejo yang berjarak sekitar 500 meter dari sekolah.

Heri mengatakan korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Kartini Kalirejo karena keterbatasan fasilitas medis di puskesmas. Namun, setelah mendapat penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah korban, Reyhan Arisyah Putra, kemudian dibawa ke rumah duka dan dimakamkan sekitar pukul 11.00 WIB. Pemakaman dihadiri antara lain oleh jajaran kecamatan, kepolisian, pihak sekolah, dan tokoh masyarakat.

Heri juga mendatangi sekolah untuk memberikan pendampingan kepada para guru yang mengalami tekanan setelah kejadian tersebut. Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyalahkan pihak sekolah atas musibah itu.

"Musibah ini bukan semata-mata kelalaian pihak sekolah. Tugas pokok guru adalah mendidik dan mengajar anak bangsa," ujar Heri.

Menurut dia, kejadian tersebut tetap perlu menjadi bahan evaluasi, terutama terkait pengawasan siswa dan pelaksanaan pembagian makanan di sekolah. Namun, evaluasi itu tidak semestinya membuat guru terbebani dengan tugas teknis di luar tanggung jawab pengajaran.

Heri mengajak masyarakat, instansi terkait, dan media memberikan dukungan moral kepada pihak sekolah serta keluarga korban.

"Kejadian ini adalah musibah dan takdir, namun tetap menjadi evaluasi bersama ke depannya," kata dia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User