Polwan Tabrak Tentara: Keluarga Korban Minta Ganti Rp 300 Juta dan tak Izinkan Briptu Neni Menikah
Zainal Asikin/Teraslampung.com Letkol Inf Bahtiar dna ibu kandung Briptu Neni saat melaporkan kasus kepada Kapolda Lampung, Kamis (24/3). BANDARLAMPUNG – Usai Komandan Batalyon Tri Wira Eka Jaya (TWEJ), Letkol Inf Bahtiar mengadukan ma...
Zainal Asikin/Teraslampung.com
| Letkol Inf Bahtiar dna ibu kandung Briptu Neni saat melaporkan kasus kepada Kapolda Lampung, Kamis (24/3). |
BANDARLAMPUNG – Usai Komandan Batalyon Tri Wira Eka Jaya (TWEJ), Letkol Inf Bahtiar mengadukan masalah kecelakaan lalu lintas prajurit Praka Arli. Lestari ibu dari Polwan Briptu Neni yang juga hadir dalam acara Kapolda Lampung berkantor di Lapangan Saburai, menyampaikan isi curahan hatinya
dihadapan Kapolda Lampung, Brigjen Pol Ike Edwin dan keduanya duduk berdampingan.
Lestari mengatakan, terkait dengan kejadian itu, pihaknya sudah berusaha bermediasi dengan keluarga almarhum Praka Arli.
Selang beberapa hari terjadinya kecelakaan, ia kembali mendatangi rumah keluarga korban. Kedatangannya, meminta izin agar anaknya Neni bisa melangsungkan pernikahan. Karena pernikahan itu, sudah direncanakan pada Oktober 2015 lalu.
“Keluarga korban, tidak mengizinkan anak saya Neni menikah dan kami akhirnya menunda pernikahan itu, meski suami saya (ayah Neni) mengalami sakit parah, hingga sampai harus cuci darah. Kami berharap Neni menikah,”kata Lestari, Kamis (24/3/2016).
Selanjutnya, ia kembali mendatangi ke keluarga korban mengajukan perdamaian. Pihak keluarga korban, mengajukan dua syarat perdamaian. Syaratnya, Istri korban minta agar dijadikan PNS, lalu meminta ganti rugi uang senilai Rp 300 juta.
BACA: Anggota TNI Tewas Ditabrak Polwan
“Dengan syarat itu, saya tidak sanggup untuk memenuhinya. Karena saya tidak memiliki uang sebanyak itu, apalagi menjadikan istri Praka Arli menjadi PNS,”keluhnya.
Sesudah suaminya (ayah Neni) meninggal dunia, kata Lestari, pernikahan Neni yang sebelumnya sempat tertunda, akhirnya benar-benar tidak terlaksana. Pihak keluarga dari calon suami anaknya Neni, memutuskan tidak jadi menikahi putrinya Neni.
“Alasan pembatalan nikah itu, mungkin terlalu lama mengurusi permasalahan yang sedang membelit dikeluarga saya. Makanya mereka (pihak calon suami) membatalkan pernikahan itu,”ungkapnya.
Saat ini, dirinya tinggal seorang diri. Lestari berharap, bahwa kasus anaknya selesai dan dapat segera kembali bertugas ditempatnya berdinas di Polres Lampung Tengah.

