Penerima Bansos Beras di Bandarlampung Turun Jadi 96.919 Keluarga

Aug 28, 2026 - 12:00
Updated: 6 hours ago
0 2
Penerima Bansos Beras di Bandarlampung Turun Jadi 96.919 Keluarga

Teraslampung.com, Bandarlampung  — Pemerintah Kota Bandarlampung menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada 96.919 penerima manfaat pada tahap kedua 2026. Jumlah penerima berkurang dibandingkan penyaluran tahap pertama yang mencapai lebih dari 105 ribu orang karena perubahan kriteria dari pemerintah pusat.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Pangan Kota Bandarlampung, Ni Made Ayu Kumala Dewi, mengatakan penerima bantuan tahap kedua dibatasi pada masyarakat yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4. Pada tahap pertama, bantuan masih menjangkau masyarakat hingga desil 6.

“Untuk tahap kedua ini memang ada perubahan data. Sekarang yang masuk hanya Desil 1 sampai Desil 4,” kata Ayu saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Perubahan kriteria tersebut membuat jumlah penerima bantuan pangan di Bandarlampung menjadi 96.919 penerima manfaat. Mekanisme penggantian penerima yang tidak memenuhi persyaratan juga diperketat.

Jika sebelumnya penerima yang tidak sesuai kriteria dapat diganti dengan warga lain, pada tahap kedua pengganti harus berasal dari kelompok desil 1 hingga desil 4.

“Kalau sekarang ini, jika memang sudah dicari dan tidak ada penggantinya yang sesuai, berasnya dikembalikan ke negara,” ujar Ayu.

Berbeda dengan penyaluran tahap pertama yang mencakup beras dan minyak goreng, bantuan tahap kedua hanya berupa beras. Setiap penerima memperoleh 30 kilogram untuk alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.

“Setiap penerima mendapatkan alokasi bantuan untuk tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September, dengan total 30 kilogram beras per kepala keluarga,” kata Ayu.

Jaga Pasokan Beras di Tengah Kemarau

Di luar penyaluran bantuan pangan, Pemkot Bandarlampung berupaya menjaga ketersediaan bahan pokok di tengah musim kemarau yang berpotensi memengaruhi produksi sejumlah komoditas.

Dinas Pangan bersama Perum Bulog mendorong keberadaan kios pangan rekomendasi di luar pasar untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan beras sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga di pasaran.

Ayu mengatakan pasokan pangan di Bandarlampung sejauh ini masih relatif aman karena didukung sejumlah daerah penyangga. Daerah tersebut meliputi Lampung Tengah, Lampung Selatan, Pringsewu, Pesawaran, dan Kota Metro.

Wilayah-wilayah tersebut menjadi sumber pasokan beras dan berbagai komoditas sayuran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bandarlampung.

L“Untuk ketersediaan pangan kita masih aman karena ada daerah penyangga yang memasok kebutuhan Kota Bandarlampung,” ujarnya.

Pemkot Bandarlampung berharap penyaluran bantuan pangan dan penguatan distribusi beras SPHP dapat membantu menjaga akses masyarakat terhadap bahan pokok, terutama bagi keluarga penerima manfaat di tengah perubahan kriteria bantuan dan kondisi kemarau.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User