Hadirkan 46 Karya, Pameran Seni Rupa "Pamer Pamor" akan Digelar di Gedung DKL
Teraslampung.com, Bandarlampung —Gedung Dewan Kesenian Lampung (DKL) tampak bergerak sibuk, Jumat (28/11), menjelang dibukanya pameran seni rupa “Pamer Pamor” yang akan berlangsung hingga 4 Desember 2025. Para panitia memasang label karya, menata instalasi, dan menyetel pencahayaan agar setiap karya menampilkan “pamor”—aura visual yang kuat dan memikat, sesuai tema pameran.
Pameran yang digelar Sanggar Seni Lampung Ornamen ini menghadirkan 46 karya terpilih, hasil seleksi dari sekitar 70 lebih karya yang masuk dalam open call. Proses kurasi dilakukan oleh David, kurator sekaligus penggiat seni rupa Lampung, yang menekankan bahwa karya yang lolos adalah karya yang memiliki daya pukau, daya ganggu, dan kekuatan konsep.
“Kali ini kami mencoba menghadirkan pameran dengan kurator untuk memastikan karya yang ditampilkan benar-benar memiliki pamor yang kuat,” ujar perupa Sapto Wibowo, salah satu peserta yang turut mempersiapkan karyanya.
Ketua panitia sekaligus Ketua Sanggar Seni Lampung Ornamen, Damsi Tarmizi, menyampaikan persiapan telah mencapai 95 persen. Pembukaan pameran dijadwalkan Sabtu pukul 10.00 pagi, dan rangkaian kegiatan akan berlangsung selama enam hari.
“Keterlibatan perupa senior hingga pelajar SMP menjadi hal yang membanggakan. Ini menunjukkan keragaman dan semangat berkesenian yang terus hidup di Lampung,” ujarnya.
Menurut Damsi, pameran kali ini juga menarik karena menghadirkan enam peserta dari luar Lampung, antara lain Yogyakarta, Jawa Barat, Jakarta, Kalimantan Timur, Jambi, dan Bengkulu. Selain karya lukis, terdapat pula empat karya instalasi yang memperkaya variasi penampilan.
Sekretaris panitia, Alia Larasati, menjelaskan bahwa Pamer Pamor sudah dipersiapkan sejak lima bulan lalu melalui open call pada bulan Juli. Namun pameran sempat tertunda pada September sebelum akhirnya kembali berjalan setelah mendapatkan kepastian pendanaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah 7, Kementerian Kebudayaan RI.
David, kurator, mengatakan setiap karya dalam pameran ini adalah refleksi dari konteks zaman dan pergulatan personal para perupa.
“Seni rupa bukan lahir dari kebetulan. Ia merupakan hasil perjumpaan antara pengalaman personal, kondisi sosial-budaya, dan tantangan zaman yang berbeda,” katanya.
Dewan Kesenian Lampung memberikan dukungan penuh bagi penyelenggaraan ini. Sekretaris Umum DKL, Avip Bagus S. Pribadi, menyebut pameran ini sebagai ruang penting bagi penguatan wacana seni di Lampung.
“Pamer Pamor memberi nilai lebih, bukan hanya apresiasi visual, tetapi juga ruang dialog seni,” ujarnya.
Pembukaan resmi pameran dijadwalkan dilakukan oleh Ketua Umum DKL, Satria Bangsawan.
Penyelenggara berharap pameran ini semakin mempertegas posisi Lampung sebagai wilayah seni yang berkembang dan terus menarik perhatian perupa dari berbagai daerah.
“Semoga pameran ini berlangsung lancar dan sukses. Selamat berpameran,” ujar Damsi menutup harapannya.













