Dinas Perikanan: Ribuan Ikan Mati di Lampura karena Serangan Jamur dan Virus KHV
Feaby/Teraslampung.com Ikan mas mati di keramba petani ikan di Kecamatan Abung Pekurun, Lampung Utara Kotabumi–Dinas Perikanan Lampung Utara mengakui bahwa penyakit yang menyerang ikan para petani ikan di Kecamatan Abung Pekurun...
Feaby/Teraslampung.com
| Ikan mas mati di keramba petani ikan di Kecamatan Abung Pekurun, Lampung Utara |
Kotabumi–Dinas Perikanan Lampung Utara mengakui bahwa penyakit yang menyerang ikan para petani ikan di Kecamatan Abung Pekurun terbilang mematikan. Penyakit mematikan yang menyerang ribuan ikan para petani keramba itu diakibatkan oleh serangan jamur dan virus koi herpes virus (KHV).
“Sebenarnya, kami sudah beritahukan mengenai serangan penyakit ini kepada para petani ikan di sana (Abung Pekuru,red) melalui surat edaran. Tapi, mungkin ada yang belum mendapat edaran tersebut,” kata Kabid Produksi Dinas Perikanan, Riduan, Senin (28/9).
Dalam surat edaran itu, pihaknya meminta para petani ikan untuk menunda sementara penebaran benih, dan mempercepat panen ikan pada keramba mereka masing – masing. Sebab, berdasarkan hasil uji laboratorium Penguji Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Lampung, air di daerah tersebut telah terinfeksi jamur dan virus KHV. (Baca: Ribuan Ikan Mas dan Ikan Nila Milik Petani Abung Pekurun Mati).
“Hasil uji laboratorium ini ke luar pada tanggal 15 September lalu. Makanya, kami minta petani untuk mempercepat panen dan menunda penebaran benih ikan melalui surat edaran itu,” paparnya.
Kendati demikian, ia mengaku tak mampu berbuat banyak untuk menolong para petani mengatasi penyebaran penyakit mematikan yang menyerang ikan para petani tersebut. Mengingat penyakit itu hingga kini belum ada obatnya. Lucunya, meski mengakui penyakit ikan itu belum ada obatnya dan berikut pencegahannya, Riduan mengatakan malah memberikan buku kepada sejumlah petani yang diklaimnya berisikan tindakan pencegahan agar penyakit itu tak meluas.
“Penyakit ikan ini bukan karena musim kemarau atau hujan. Ini murni virus dan kita belum tahu sumbernya darimana. Kalau sudah tahu, pasti akan segera dimusnahkan,” kata dia.
Sementara terkait kemungkinan pemberian bantuan benih ikan kepada para petani ikan yang ikannya terserang penyakit, Riduan menuturkan pihaknya belum dapat memberikan bantuan benih ikan kepada para petani di Kecamatan itu. Sebab, anggaran untuk itu belum dialokasikan pada tahun ini.
“Sampai saat ini, kita belum mengalokasikan bantuan ke sana (Petani ikan Abung Pekurun). Tapi, ini akan jadi catatan bagi kita pada tahun mendatang agar dapat mengalokasikan bantuan benih kepada para petani ikan,” urainya.
Disinggung mengenai keluhan sejumlah petani ikan yang mengeluhkan tak adanya pembinaan dari pihaknya, Riduan dengan tegas membantah anggapan itu. Pihaknya melalui tim Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) selalu melakukan pembinaan minimal dua kali dalam sebulan kepada seluruh petani ikan baik petani ikan keramba jaring apung maupun petani ikan kolam yang ada di wilayahnya.
“Tim CBIB selalu melakukan penyuluhan selama dua kali dalam sebulan. Tim ini bekerja sama dengan Dinas Kelautan Provinsi Lampung dan kementerian terkait,” kelit dia.
Sebelumnya, Sabtu (26/9), ribuan ikan mas dan nila milik petani keramba di Kecamatan Abung Pekurun mati akibat terserang penyakit yang menyerang bagian insang.





