Tata Niaga Sapi di Lampung Buruk, Pedagang Daging Merugi
BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com – Harga daging sapi di pasar tradisional Bandarlampung mengalami kenaikan karena ketersediaan sapi potong berkurang menjelang Lebaran Idul Adha 1435 Hijriyah. “Saat i...
BANDARLAMPUNG,
Teraslampung.com – Harga daging sapi di pasar tradisional
Bandarlampung mengalami kenaikan karena ketersediaan sapi potong
berkurang menjelang Lebaran Idul Adha 1435 Hijriyah.
Teraslampung.com – Harga daging sapi di pasar tradisional
Bandarlampung mengalami kenaikan karena ketersediaan sapi potong
berkurang menjelang Lebaran Idul Adha 1435 Hijriyah.
“Saat ini harga
daging sapi naik menjadi Rp 110 ribu dibanding sebelumnya antara Rp90
ribu sampai Rp95 ribu per kilogram,” kata H.Zul, salah seorang
pedagang sapi di Pasar Kangkung, Teluk Betung, Sabtu kemarin (4/10).
daging sapi naik menjadi Rp 110 ribu dibanding sebelumnya antara Rp90
ribu sampai Rp95 ribu per kilogram,” kata H.Zul, salah seorang
pedagang sapi di Pasar Kangkung, Teluk Betung, Sabtu kemarin (4/10).
Ia menjelaskan, saat
ini ketersediaan sapi berkurang karena permintaan sapi khusunya sapi jantan
untuk ibadah korban juga mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idul Adha.
Akibatnya, banyak masyarakat yang enggan membeli daging sapi karena harganya
tinggi .
ini ketersediaan sapi berkurang karena permintaan sapi khusunya sapi jantan
untuk ibadah korban juga mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idul Adha.
Akibatnya, banyak masyarakat yang enggan membeli daging sapi karena harganya
tinggi .
“Saat ini pembeli sepi
karena harga daging yang mahal, akibatnya pedagang seperti kami merugi,”
katanya.
karena harga daging yang mahal, akibatnya pedagang seperti kami merugi,”
katanya.
Menurut dia,
perdagangan sapi di Lampung sebelum tahun 2000-an tidak bermasalah. Namun
setelah adanya peraturan pemerintah yang melarang pedagang langsung
membeli sapi ke pabrikan seperti ke GGLC (Great Giant Livestock Coorporation) ,
Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah dan ke JJAA (Juang Jaya Abadi Alam)
Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, perdagangan sapi jadi tak menentu.
perdagangan sapi di Lampung sebelum tahun 2000-an tidak bermasalah. Namun
setelah adanya peraturan pemerintah yang melarang pedagang langsung
membeli sapi ke pabrikan seperti ke GGLC (Great Giant Livestock Coorporation) ,
Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah dan ke JJAA (Juang Jaya Abadi Alam)
Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, perdagangan sapi jadi tak menentu.
“Kami sekarang harus
beli di agen resmi pabrikan dan tidak boleh beli langsung ke GGLC dan JJAA.
Akibatnya harga beli yang harus kami tanggung menjadi membengkak, dan kerugian
pun tidak dapat dihindari lagi,” jelasnya.
beli di agen resmi pabrikan dan tidak boleh beli langsung ke GGLC dan JJAA.
Akibatnya harga beli yang harus kami tanggung menjadi membengkak, dan kerugian
pun tidak dapat dihindari lagi,” jelasnya.
Diah , ibu rumah
tangga di Sumur Batu, Teluk Betung Utara mengaku tidak membeli daging sapi untuk
merayakan Lebaran Idul Adha kali ini karena harga yang tinggi.
tangga di Sumur Batu, Teluk Betung Utara mengaku tidak membeli daging sapi untuk
merayakan Lebaran Idul Adha kali ini karena harga yang tinggi.
“Saya tidak membeli
daging sapi karena harganya tinggi. Diganti dengan ayam saja 2 ekor sudah cukup,”
kata Diah.
daging sapi karena harganya tinggi. Diganti dengan ayam saja 2 ekor sudah cukup,”
kata Diah.
Sementara itu, harga
ayam potong mengalami kenaikan menjelang perayaan Idul Adha 2014, harganya masih berkisar
antara Rp27 ribu sampai Rp30 ribu/ekor, namun sekarang menjadi Rp35 ribu sampai
Rp40 ribu/ekor.
ayam potong mengalami kenaikan menjelang perayaan Idul Adha 2014, harganya masih berkisar
antara Rp27 ribu sampai Rp30 ribu/ekor, namun sekarang menjadi Rp35 ribu sampai
Rp40 ribu/ekor.
“Sekarang ini harga
ayam potong naik antara Rp5 ribu sampai Rp 10 ribu/ekor,” kata Supartini, salah
seorang pedagang ayam potong di pasar Kangkung , Teluk Betung.
ayam potong naik antara Rp5 ribu sampai Rp 10 ribu/ekor,” kata Supartini, salah
seorang pedagang ayam potong di pasar Kangkung , Teluk Betung.
Mas Alina Arifin
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0


Comments (0)