Tak Ada TPA, Sampah Pasar Gedung Karyajitu Dibuang di Pinggir Jalan Poros Rawajitu
Sampah. dati Pasar Gedung Karajitu dibuang di pinggir Jalan Poros Rawajitu Timut. Rawajitu, Teraslampung.com — Karena tidak memiliki tempat pembuangan sampah (TPA), para pedagang di Pasar Gedung Karyajitu, Rawajitu, terpaksa &nbs...
| Sampah. dati Pasar Gedung Karajitu dibuang di pinggir Jalan Poros Rawajitu Timut. |
Rawajitu, Teraslampung.com — Karena tidak memiliki tempat pembuangan sampah (TPA), para pedagang di Pasar Gedung Karyajitu, Rawajitu, terpaksa membuang sampah di wilayah tetangga, tepatnya dupinggir Jalan Poros Rawajitu, di Bumi Dipasena, Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang.
Sebelumnya, para pedagang masih bisa membuang sampah di TPA yang ada di Bumi Dipasena. Namun, karena kapasitas TPA itu terbatas, warga Bumi Dipasena minta agar para pedagang Pasar Gedung Karyajitu tidak lagi membuang sampah di TPA tersebut.
Sudah sebulan terakhir ini sampah tersebut tak lagi di perbolehkan oleh masyarakat setempat. Alasan penutupan TPA ini karena memang perjanjian awalnya hanya sementara waktu.
Nafian Faiz, Ketua P3UW Lampung, mengaku masyarakat Dipasena telah membantu para pedagang di Pasar Gedung Karyajitu untuk membuang sampah di TPA Bumi Dipasena. Harapannya, Dinas Pasar Kabupaten Tulangbawang akan segera membuat TPA untuk menampung sampah para pedagang.
“Kami memberikan toleransi sampai dua tahun. Awal Maret 2015 kami hentikan. Itu sudah sesuai perjanjian, Awalnya kami bantu beberapa bulan saja, tetapi kami toleransi sampai dua tahun. Keputusan menerima sampah pasar ini sekedar toleransi kami waktu itu, karena sebelumnya sampah-sampah pasar ini dibuang dijalan raya di depan pasar,” ujar Nafian, Minggu (26/4).
Nafian mengatakan, para petambak di Bumi Dipasena sangat bergantung pada kebersihan lingkungan perairan. Sebab itu, tumpakan sampah selalu diusahakan untuk dibersihkan oleh warga,
Agus Nurochman, Kepala Kampung Gedung Karya Jitu, berharap Kepala Dinas Pasar Tulangbawang segera merealisasikan pengadaan TPA untuk para pedagang di Pasar Rawajitu.
“Kalau tidak ada TPA dan sampah dibuang di pinggir jalan, tentu akan sangat menganggu kesehatan masyarakat sekitar. Para pengguna jalan pun terganggu bau busuk,” kata dia.
Pasar Gedung Karyajitu di Rawajitu merupakan pusat perputaran uang terbesar di wilayah Tulangbawang dan Mesuji. Pasar di tengah lokasi eks-transmigran ini merupakan satu-satunya pasar yang memasok kebutuhan puluhan ribu penduduk kompleks pertambakan Dipasena, Wachyuni Mandiri, dan banyak desa-desa kecil di muara Sungai Mesuji dan Tulangbawang.
Pasar tersebut tiap hari rata-rata menghasilkan dua mobil dump truck sampah.
Ari S





