Tahun 2023, DAK Pendidikan Lampung Utara Difokuskan Pembangunan Fisik

Feaby|Teraslampung.com Kotabumi–Pembangunan fisik sekolah dan fasilitas pendukung lainnya tetap mendominasi dalam penggunaan Dana Alokasi Khusus/DAK SD dan SMP di Lampung Utara pada tahun 2023. Total dana pembangunan fisiknya mencapai sekitar 7...

Tahun 2023, DAK Pendidikan Lampung Utara Difokuskan Pembangunan Fisik

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Pembangunan fisik sekolah dan fasilitas pendukung lainnya tetap mendominasi dalam penggunaan Dana Alokasi Khusus/DAK SD dan SMP di Lampung Utara pada tahun 2023. Total dana pembangunan fisiknya mencapai sekitar 77,5 persen dari DAK yang diterima.

“Tahun ini, penggunaan DAK SD masih diprioritaskan untuk membangun atau meningkatkan kualitas bangunan fisik sekolah dan fasilitas pendukungnya,” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara, Sukatno melalui Kepala Bidang SD, Opy Riansyah, Selasa (2/5/2023).

Dari total DAK SD yang mencapai Rp9 miliar, Rp6,5 miliar dipergunakan untuk pembangunan fisik. Sisanya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sarana teknologi informasi dan komunikasi/TIK. Pembangunan fisik yang akan dilakukan itu ialah pembangunan ruang laboratorium, UKS, ruang guru, toilet.

“Untuk pengadaan TIK difokuskan untuk pengadaan chromebook, proyektor, dan peralatan lainnya,” terangnya.

Adapun total unit sekolah penerima DAK fisik maupun pengadaan TIK, jumlahnya mencapai 15 unit sekolah. Mereka tersebar di delapan kecamatan. Ke-8 kecamatan itu adalah Kecamatan Tanjungraja, Abungsurakarta, Abung Timur, Muarasungkai, Abungpekurun, dan Abung Barat.

“Perkiraannya, mungkin di bulan Juli, proyek-proyek fisik sudah dapat dimulai. Karena, saat ini proses perencanaan lelang sedang berlangsung,” tuturnya.

Di tempat sama, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara, Yudi Bachtiar mengatakan, total DAK SMP yang diperoleh oleh Lampung Utara pada tahun ini hanya sekitar Rp3 miliar. DAK itu nyaris seluruhnya dipergunakan untuk perbaikan atau pembangunan laboratorium, WC dan ruang kelas baru. Hanya Rp125 juta yang digunakan untuk pengadaan TIK.

“Total sekolah penerima DAK itu berjumlah lima sekolah. Ke-5 sekolah itu tersebar di Kecamatan Tanjungraja, Bukitkemuning, Abungpekurun, Bungamayang, dan Kotabumi,” kata dia.

Baik Opy maupun Yudi mengatakan bahwa para penerima DAK tersebut ditetapkan oleh pihak kementerian. Pun demikian dengan jenis maupun nilai paket proyek yang akan dikerjakan. Para sekolah penerima ini sebelumnya memang telah mengajukan permohonan perbaikan melalui daftar pokok pendidikan pada tahun 2022 lalu.

“Terdapat kriteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh para calon penerima DAK. Jadi, mereka yang menerima DAK telah dianggap memenuhi kriteria yang ada,” terangnya.‎