Program 'Microfinance' Baznas Bandarlampung Bantu Puluhan UMKM

Program 'Microfinance' Baznas Bandarlampung Bantu Puluhan UMKM
Ketua Baznas Bandarlampung, Ismail Saleh

Teraslampung.com, Bandarlampung -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandarlampung tahun 2025 meluncurkan program Baznas microfinance UMKM, membantu para pedagang kecil di Kecamatan Tanjung Senang 

“Tahun 2025 kami membuat terobosan program yaitu Baznas microfinance untuk wilayah Way Kandis dan Tanjung Senang. Pada tahap awal ini kami membantu 30 orang mustahik setiap orang diberikan Rp3 juta untuk UMKM,” jelas Ketua Baznas Kota Bandarlampung, Ismail Saleh, di kantornya, Jalan Basuki Rahmat, Bandarlanpung, Senin, 26 Januari 2026.

“Untuk menentukan para penerimanya kami bekerjasama dengan jemaah masjid,” tambah Ismail Saleh yang akrab disapa Ustaz Solmed itu.

Program ini, kata Ustaz Solmed, akan terus bergulir ke 15 kecamatan yang ada di Kota Bandarlampung.

“Tahun 2025 Kecamatan Tanjung Senang dengan 30 mustahik, tahun 2026 kami targetkan bisa 50 mustahik di kecamatan lainnya,” jelasnya.

Ismail Saleh menjelaskan, pemberian kepada 30 mustahik itu tidak cuma-cuma. Namun, diberikan kewajiban untuk mengembalikan pinjaman tersebut tanpa kelebihan.

“Akadnya dari fatwa MUI disebut qardhul hasan, yaitu mengembalikan tanpa kelebihan atau pinjaman lunak. Ini tujuannya untuk mendidik para penerimanya agar bertanggung jawab dan kita harapkan dananya bisa bergulir,” jelasnya.

“Mereka untuk melunasinya bisa satu tahun atau dua tahun. Yang penting tidak memberatkan para penerima. Mereka para pedagang sayuran, pedagang gorengan, dan pedagang kecil yang butuh tambahan modal,” tambahnya.

Ismail Saleh mengatakan, dalam program microfinance ini Baznas Kota Bandarlampung memiliki dua skema yaitu mengembalikan pokok dan infak.

“Kami membuat skema bantuan microfinance UMKM dalam dua model pertama penerima diwajibkan mengembalikan dan yang kedua infak. Untuk yang infak kami tidak mewajibkan mustahik mengembalikannya,” katanya.

Program microfinance tersebut mendapat apresiasi dari Baznas Provinsi Lampung karena dianggap mampu memberikan bantuan kepada para pedagang kecil.

“Pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas se-Lampung akhir Desember mendapat penghargaan tentang Baznas microfinance tersebut karena sangat membantu masyarakat terutama para pedagang kecil,” ungkap Ketua Baznas Kota Bandarlampung itu.

“Sedangkan pada Rapat koordinasi Nasional (Rakornas) kami meraih penghargaan Baznas yang punya kategori menjadikan mustahik (orang yang menerima zakat) menjadi muzaki (pemberi zakat) karena kita sudah memberikan beasiswa dari S1 sampai S3 di Unila dan UIN. Mereka sudah bekerja sehingga mereka dalam bahasa saya ‘kacang tidak lupa kulitnya’. Sudah punya penghasilan dan menyisihkan rezekinya untuk berzakat,” jelasnya.

Baznas Kota Bandarlampung juga berpartisipasi membantu korban bencana banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

“Kami mengadakan open donasi dan berhasil terkumpul uang sebesar Rp181 juta dan sudah kita salurkan pada awal Januari. Kami berikan sekarang dengan harapan dapat membantu proses pemulihan dan yang kita berikan berupa alat-alat sholat dan makanan,” tutup Ketua Baznas Kota Bandarlampung Ismail Saleh.

Dandy Ibrahim