Pemprov Lampung Siapkan Mitigasi El Nino untuk Jaga Produksi Pangan

Apr 10, 2026 - 10:23
0 4
Pemprov Lampung Siapkan Mitigasi El Nino untuk Jaga Produksi Pangan

Teraslampung.com, BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung mulai mematangkan langkah mitigasi menghadapi potensi fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada 2026. Antisipasi dilakukan untuk mengurangi dampak terhadap sektor pertanian, ketahanan pangan, dan perekonomian daerah.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi mitigasi El Nino yang dipimpin Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Jumat, 10 April 2026.

Mirza mengatakan Lampung memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional sehingga potensi kemarau panjang perlu diantisipasi sejak dini. Menurut dia, penurunan produksi pangan tidak hanya berdampak pada petani, tetapi juga dapat memicu gangguan pada sektor ekonomi yang lebih luas.

“Lampung tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah sendiri, tetapi juga memasok kebutuhan pangan ke berbagai wilayah lain. Karena itu mitigasi harus dilakukan secara serius,” kata Mirza.

Berdasarkan data pemerintah daerah, produksi gabah Lampung mencapai sekitar 3,2 juta ton per tahun atau setara 1,7 juta ton beras. Jumlah tersebut jauh di atas kebutuhan konsumsi masyarakat Lampung yang berkisar 800 ribu ton per tahun.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan informasi BMKG menunjukkan musim kemarau diperkirakan mulai berlangsung pada Mei 2026 dengan puncak kekeringan terjadi pada Juli hingga September.

Menurut Jihan, pemerintah daerah diminta segera menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari percepatan tanam, penggunaan varietas tahan kekeringan, optimalisasi pompanisasi, hingga penguatan program asuransi pertanian.

Selain sektor pertanian, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi di bidang sumber daya air, kesehatan, dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut meliputi revitalisasi embung, penyediaan air bersih, penguatan layanan kesehatan, serta peningkatan patroli dan pengawasan terhadap potensi kebakaran.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Lampung Indra Purna mengatakan musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibandingkan 2023, meski tidak mencapai kategori El Nino ekstrem seperti yang terjadi pada 1997.

Menurut dia, sebagian besar wilayah Lampung berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal dengan puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September.

“Tidak seekstrem 1997, tetapi tetap perlu diantisipasi karena berpotensi menimbulkan kekeringan yang cukup signifikan di sejumlah wilayah,” kata Indra.

Pemerintah Provinsi Lampung berharap langkah mitigasi yang disiapkan sejak dini dapat menjaga produksi pangan, menekan dampak ekonomi, serta mengurangi risiko kekeringan yang berpotensi terjadi selama musim kemarau 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User